Perusahaan Trump Bikin Bisnis HP Trump Mobile, Luncurkan T1
Perusahaan milik keluarga Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan bisnis baru yakni Trump Mobile pada Senin (16/6). Unit usaha baru ini juga meluncurkan handphone atau HP T1.
Trump Organization pada Senin (16/6) mengatakan, ponsel T1 berwarna emas dan akan dijual US$ 499 atau Rp 8 juta (kurs Rp 16.270 per US$) pada Agustus. T1 merupakan merek HP dari Trump Mobile, tetapi yang merancang dan memproduksi adalah perusahaan lain, seperti iPhone.
Bisnis keluarga Trump sebelumnya memproduksi jam tangan, sepatu kets hingga Alkitab. Kini mereka membuat bisnis baru yang akan menawarkan layanan seluler dalam kesepakatan lisensi dan menjual ponsel emas pada musim panas.
Peluncuran Trump Mobile merupakan yang terbaru dalam serangkaian usaha baru yang dilakukan perusahaan Trump, meskipun ada kekhawatiran etika yang meningkat bahwa Presiden Amerika itu mengambil untung dari jabatannya dan dapat mendistorsi kebijakan publik demi keuntungan pribadi.
Eric Trump, putra presiden yang menjalankan The Trump Organization saat Trump tidak ada, mengisyaratkan bahwa promosi tersebut bernada patriotisme. Ia juga menekankan bahwa HP T1 akan dibuat di Amerika, dan layanan telepon bakal memiliki pusat panggilan di negara tersebut.
Dikutip dari AP News, Trump menggunakan badan regulasi utama yang akan mengawasi Trump Mobile dalam perselisihan pribadi.
Sementara itu, Komisi Komunikasi Federal melakukan penyelidikan terhadap media yang tidak disukai Trump dan, dalam beberapa kasus, menuntutnya secara pribadi.
Trump bulan lalu juga mengkritik Apple, yang sekarang menjadi pesaing bisnisnya, karena berencana membuat sebagian besar iPhone AS di India. Presiden Amerika ini mengancam akan mengenakan tarif 25% pada perangkat itu.
Eric Trump mengatakan bahwa konsumen berhak memperoleh ponsel yang sesuai dengan nilai-nilai mereka.
“Warga Amerika yang bekerja keras layak mendapatkan layanan nirkabel yang terjangkau, mencerminkan nilai-nilai mereka, dan memberikan kualitas yang dapat diandalkan,” kata Eric Trump dalam pernyataan pers, dikutip dari AP News, Selasa waktu Indonesia (17/6).
Bisnis Trump meraup pendapatan US$ 3 juta dari penjualan buku ‘Save America’, US$ 2,8 juta dari jam tangan Trump, serta US$ 2,5 juta dari sepatu kets dan parfum bermerek Trump.
Analis IDC Francisco Jeronimo mengatakan biaya produksi gawai di bawah US$ 50 per bulan terhitung mahal. "Tidak seperti menjual topi dan kaus oblong. Saya tidak yakin mereka memiliki semua itu," kata Jeronimo, seraya menambahkan "saya tidak yakin mereka memberikan nilai tambah yang besar bagi rakyat Amerika."
Donald Trump pernah terjun ke industri telekomunikasi. Ia memberikan pidato dan mempromosikan perusahaan pemasaran dengan sistem bertingkat atau Multi Level Marketing (MLM) bernama CAN, yang akhirnya dituntut karena penipuan dan menyesatkan pelanggan.
Pada periode pertama, Trump dikecam oleh para ahli etika pemerintah konservatif dan liberal karena membuka hotel di Washington untuk pelobi dan diplomat, serta melanggar janji perusahaan untuk menghindari, bahkan kesan adanya konflik antara keuntungan pribadinya dan kepentingan publik.
