Gaming Jadi Mesin Uang Baru Bukalapak (BUKA), Sumbang Lebih dari 80% Pendapatan
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat tren positif dari tahun sebelumnya melalui capaian kinerja yang kuat pada kuartal I 2026. Dalam catatan kinerja ini, segmen gaming menjadi mesin uang baru bagi Bukalapak.
Bukalapak berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 2,37 triliun atau meningkat sekitar 63% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,46 triliun. Selain itu, perusahaan juga mencatat peningkatan margin kontribusi menjadi Rp 98 miliar.
Capaian yang paling menonjol pada periode tersebut adalah Adjusted EBITDA positif sebesar Rp miliar. Bukalapak berhasil mencatat Adjusted EBITDA dari posisi kuartal I 2025 minus Rp 20 miliar. Hal ini didorong oleh penguatan top-line serta optimalisasi operasional yang berkelanjutan.
Direktur Bukalapak Victor Putra Lesmana menyatakan pencapaian Adjusted EBITDA positif pada awal tahun ini merupakan pencapaian strategis. Hal ini sekaligus bukti keberhasilan transformasi kami dalam menjaga momentum peningkatan kondisi keuangan perseroan dari tahun sebelumnya.
"Penguatan pendapatan yang signifikan serta fokus kami pada optimalisasi operasional di seluruh lini bisnis, menegaskan bahwa strategi perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan profitabilitas yang berkelanjutan," kaya Victor dalam pernyataan tertulisnya dikutip Rabu (29/4).
Perusahaan juga menyatakan segmen gamimg menjadi pilar utama pertumbuhan dengan raihan pendapatan Rp 2,1 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini meningkat pesat dari Rp 1,1 triliun pada tahun lalu.
Bukalapak mencatat, pertumbuhan ini dipicu oleh ekspansi di berbagai market dan produk baru, yang didukung oleh pertumbuhan market dalam negeri yang tetap kuat. Selain itu, inisiatif strategis melalui penyelenggaraan Lapak Gaming Battle Arena turut memperkuat kehadiran merek Lapakgaming di tengah komunitas gamer.
Di sisi lain, segmen Mitra Bukalapak terus memperkokoh peranannya sebagai pemberdaya ekosistem UMKM di Indonesia dengan mencatat pendapatan Rp 175 miliar. Hal ini didukung oleh perluasan infrastruktur pembayaran melalui akses untuk para itta untuk penggunaan mesin EDC dan solusi QRIS Soundbox.
Pada lini bisnis lainnya, segmen retail mencatatkan pendapatan Rp 80 miliar yang diperkuat oleh ekspansi fisik melalui pembukaan tiga gerai baru Lifework di Central Park Mall, Tunjungan Plaza, dan Senayan City. Sementara itu, segmen Investasi menyumbangkan pendapatan sebesar Rp 22 miliar, ditopang oleh peningkatan Asset Under Management dan jumlah transaksi, serta diperkenalkannya produk keuangan baru seperti penawaran berbasis emas dan instrumen investasi dalam denominasi dolat AS.
Ke depan, Bukalapak berkomitmen untuk terus menjaga disiplin operasional serta menangkap peluang pertumbuhan di berbagai lini bisnisnya. Dengan fundamental keuangan yang semakin kuat dan jangkauan pasar yang semakin luas, perusahaan melihat ruang pertumbuhan yang menjanjikan ke depan.
"Kami berkomitmen untuk mempertahankan kinerja positif ini secara berkelanjutan guna memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem teknologi di Indonesia," ujar Victor.
