TikTok Uji Model Bebas Iklan di Inggris, Berbayar Rp 94 Ribu per Bulan
Platform media sosial dan video pendek, TikTok mulai menguji strategi bisnis baru di Inggris dengan meluncurkan paket langganan bebas iklan bagi pengguna dewasa. Lewat layanan ini, pengguna dapat menikmati pengalaman menonton tanpa iklan dengan biaya £3,99 atau setara Rp 94,7 ribu (kurs Rp 17.415 per dolar AS).
Paket langganan tersebut akan tersedia dalam beberapa bulan mendatang dan hanya dapat diakses oleh pengguna berusia 18 tahun ke atas. Selain menghilangkan iklan dari aplikasi, TikTok juga memastikan data pengguna pelanggan paket premium tidak akan digunakan untuk kepentingan periklanan.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya TikTok menyesuaikan diri dengan aturan perlindungan data di Inggris. Khususnya ketentuan General Data Protection Regulation atau GDPR yang membatasi penggunaan data pribadi untuk iklan tanpa persetujuan pengguna.
Direktur Pelaksana TikTok Inggris Kris Boger mengatakan kehadiran opsi bebas iklan bertujuan memberi kontrol lebih besar kepada pengguna atas pengalaman mereka di platform. Menurutnya, selama ini sistem periklanan TikTok telah membantu ribuan bisnis di Inggris.
“Periklanan di platform kami telah membantu ribuan bisnis Inggris menjangkau pelanggan baru, meningkatkan penjualan, dan menciptakan lapangan kerja, sementara opsi bebas iklan baru kami memberi orang kendali lebih besar atas pengalaman mereka,” kata Boger dikutip dari TechCrunch, Senin (11/5).
TikTok sebenarnya telah mulai menguji konsep paket bebas iklan sejak 2023. Namun, peluncuran resmi di Inggris menjadi salah satu langkah paling konkret perusahaan dalam memperluas model bisnis berbasis langganan.
Strategi ini juga mencerminkan tren baru di industri media sosial. Sejumlah platform besar mulai menawarkan layanan premium berbayar sebagai alternatif pendapatan selain iklan digital. Model serupa sebelumnya sudah diterapkan oleh beberapa platform lain seperti YouTube dan X.
Hingga kini belum diketahui apakah TikTok akan membawa layanan berlangganan bebas iklan tersebut ke pasar lain, termasuk Amerika Serikat maupun kawasan Asia.
