Apple Akan Naikkan Harga iPhone
Apple memberi sinyal kuat bahwa harga iPhone berpotensi naik dalam waktu dekat seiring melonjaknya biaya cip memori dan penyimpanan yang menjadi komponen utama perangkat tersebut.
"Kenaikan harga tidak dapat dihindari," kata CEO Apple Tim Cook dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, dikutip dari Reuters. Hal ini karena perusahaan menghadapi lonjakan biaya komponen selama berbulan-bulan.
Meski Apple belum mengumumkan produk mana yang akan lebih dahulu mengalami penyesuaian harga, para analis menilai iPhone menjadi kandidat paling kuat mengingat peluncuran generasi terbaru smartphone tersebut dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Tekanan biaya yang dihadapi Apple berasal dari lonjakan permintaan cip memori DRAM dan NAND yang digunakan dalam server kecerdasan buatan (AI).
Reuters melaporkan perusahaan-perusahaan teknologi global tengah berlomba membangun pusat data AI, sehingga produsen elektronik konsumen seperti Apple kini harus bersaing memperebutkan pasokan cip memori yang sama. Akibatnya, harga komponen meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam paparan kinerja kuartalan pada April, Tim Cook bahkan telah memperingatkan investor bahwa Apple menghadapi "biaya memori yang jauh lebih tinggi" pada paruh kedua tahun ini. Ia menyebut kenaikan harga memori akan semakin berdampak terhadap bisnis perusahaan.
Kondisi ini terjadi karena produsen cip memori global seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksi untuk kebutuhan pusat data AI yang menawarkan margin lebih tinggi dibanding pasar perangkat konsumen.
Harga iPhone Bisa Naik Ratusan Dolar
Tekanan biaya tersebut berpotensi berdampak langsung pada harga jual iPhone generasi berikutnya.
Perhitungan firma riset TechInsights yang dikutip Wall Street Journal menunjukkan biaya komponen iPhone Pro terbaru dapat meningkat sekitar 25% dibanding generasi sebelumnya. Untuk mempertahankan margin keuntungan saat ini, harga jual model iPhone Pro diperkirakan dapat naik dari US$ 1.099 menjadi sekitar US$ 1.299.
The Wall Street Journal juga mencatat harga memori DRAM dan NAND yang digunakan pada iPhone telah meningkat beberapa kali lipat dibanding tahun lalu akibat krisis pasokan global yang dipicu ledakan investasi AI.
Selain iPhone, kenaikan biaya komponen berpotensi memengaruhi lini produk lain seperti Mac dan iPad.
Sejumlah analis bahkan menilai Mac dan iPad berpeluang mengalami penyesuaian harga lebih cepat dibanding iPhone karena siklus pembaruan produk yang lebih fleksibel. Namun hingga kini Apple belum memberikan rincian mengenai waktu maupun besaran kenaikan harga yang akan diterapkan.
Ironi di Tengah Perlombaan AI
Menariknya, tekanan biaya ini muncul ketika Apple masih berupaya mengejar para pesaingnya dalam pengembangan AI generatif.
Di satu sisi, ledakan investasi AI telah mendorong kenaikan harga komponen yang digunakan Apple. Namun di sisi lain, perusahaan tersebut masih dalam tahap memperluas fitur-fitur AI untuk produknya, termasuk pembaruan besar pada Siri dan pengembangan Apple Intelligence yang diperkenalkan dalam ajang Worldwide Developers Conference (WWDC) 2026.
Dengan peluncuran iPhone generasi terbaru yang tinggal beberapa bulan lagi, perhatian investor dan konsumen kini tertuju pada satu pertanyaan: apakah Apple akan tetap menyerap kenaikan biaya komponen, atau mulai meneruskannya ke harga iPhone yang lebih mahal. Berdasarkan pernyataan terbaru Tim Cook, opsi kedua tampaknya semakin terbuka.
