Viral Akun WhatsApp Tiba-tiba Diblokir, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Rahayu Subekti
5 Agustus 2026, 21:01
Apa itu Fitur Proxy WhatsApp
Freepik.com
Apa itu Fitur Proxy WhatsApp
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Keluhan mengenai akun WhatsApp yang tiba-tiba diblokir, keluar sendiri (log out), hingga tidak bisa lagi digunakan belakangan ramai bermunculan di media sosial. Sejumlah pengguna mengaku akun mereka diblokir dengan alasan melanggar ketentuan layanan, padahal merasa tidak melakukan aktivitas yang melanggar aturan.

Pengguna yang diblokir WhatsAppnya membagikan ceritanya melalui media sosial Thread. Akun @desyaalf membagikan tangkapan layar yang menunjukan aplikasi WhatsApp diblokir.

“Ada yang pernah mengalami WhatsApp tiba-tiba diblokir padahal pakai aplikasi resmi, nggak pernah spam, dan nggak pakai WA Mod? Setelah minta tinjauan, akhirnya balik lagi nggak? Berapa lama prosesnya?” tulis akun tersebut.

Tak hanya itu, akun lain yaitu @sagiipics juga menceritakan pengalaman yang sama sekaligus membagikan tangkapan layar akun WhatsApp nya diblokir. Ia mengaku akunnya sudah dihentikan secara resmi oleh WhatsApp. “Ada yang mungkin sama? Kalau seperti ini harus apa? Mana hari ini harus ada meeting,” ujarnya.

Banyaknya pengalaman yang sama membuat pengguna Thread dengan mudahnya menemukan unggahan serupa. Sebab banyak pengguna yang sudah mengalami kondisi yang sama.   

Fenomena tersebut memicu beragam spekulasi, termasuk dugaan adanya serangan siber maupun pembajakan akun secara massal. Namun, para pakar keamanan siber menilai gelombang pemblokiran akun WhatsApp lebih besar kemungkinannya dipicu oleh sistem deteksi otomatis milik Meta yang semakin ketat, bukan akibat celah keamanan yang belakangan ramai dibahas.

Pemerhati dan praktisi manajemen krisis serta keamanan siber sekaligus Founder and Chairman Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja K. mengatakan peningkatan pemblokiran akun WhatsApp dalam beberapa pekan terakhir disebabkan oleh beberapa faktor.

“Berdasarkan informasi yang telah terkonfirmasi, peningkatan pemblokiran akun WhatsApp baru-baru ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, penegakan otomatis terhadap spam dan penggunaan aplikasi dak resmi menjadi salah satu penyebab utama,” kata Ardi kepada Katadata.co.id, Rabu (5/8).

Dia menjelaskan, algoritma WhatsApp secara agresif menandai akun yang mengirimkan pesan massal atau menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti GBWhatsApp atau WhatsApp Plus. Selain itu, laporan massal dari pengguna lain juga dapat memicu pemblokiran otomatis.

“Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pengguna tidak merasa melanggar aturan, penggunaan aplikasi tidak resmi atau aktivitas yang dianggap mencurigakan oleh sistem dapat mengakibatkan pemblokiran,” ujarnya.

Ia menjelaskan WhatsApp sendiri mengakui bahwa sistem deteksi otomatis terkadang salah mengidentifikasi aktivitas normal sebagai pelanggaran. Kondisi tersebut diperparah dengan bug "Dalam Tinjauan" yang sempat membuat ribuan akun sah dikenai pembatasan keamanan selama sekitar 24 jam tanpa penjelasan yang memadai.

Ardi menegaskan belum ada indikasi bahwa maraknya pemblokiran akun tersebut berkaitan langsung dengan serangan siber atau malware. Meski demikian, pengguna tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menghindari aplikasi WhatsApp tidak resmi dan memastikan perangkat terlindungi dari malware.

Di sisi lain, Spesialis Keamanan Teknologi Vaksincom Alfons Tanujaya mengingatkan adanya ancaman keamanan lain yang juga perlu diwaspadai, yakni celah HermeticReader (CVE-2026-48294) pada ekstensi Adobe Acrobat PDF di browser Chrome dan Chromium.

Menurut Alfons, kerentanan tersebut memungkinkan situs berbahaya membaca isi WhatsApp Web hingga berpotensi mengambil alih akun apabila pengguna masih menggunakan versi ekstensi Adobe Acrobat PDF yang rentan. Celah tersebut berada pada ekstensi browser, bukan pada aplikasi Adobe Acrobat Reader maupun aplikasi WhatsApp itu sendiri.

Meski begitu, Alfons menegaskan belum ada bukti yang menunjukkan bahwa celah HermeticReader menjadi penyebab gelombang pemblokiran akun WhatsApp yang belakangan dikeluhkan banyak pengguna.

"Ada dua alasan. Pertama, dari sisi waktu, jendela kerentanan yang benar-benar terbuka hanya berlangsung beberapa hari di awal Juni 2026 sebelum Adobe menambalnya, sementara gelombang keluhan pemblokiran ramai terjadi jauh setelah itu,” kata Alfons.

Kedua, ia mengatakan Guardio Labs selaku penemu celah menyatakan tidak menemukan indikasi eksploitasi aktif di lapangan sebelum tambalan dirilis.

Karena itu, Alfons meminta masyarakat memperlakukan kedua persoalan tersebut sebagai isu yang berbeda. "Celah HermeticReader adalah risiko nyata yang harus ditutup. Gelombang pemblokiran akun WhatsApp adalah persoalan tersendiri yang penyebabnya paling mungkin adalah penegakan kebijakan anti-spam Meta. Bila mengalami pemblokiran berulang, periksa dulu pola pengiriman pesan dan aplikasi WhatsApp yang digunakan," ujarnya.

Langkah yang Disarankan

Ardi menyarankan pengguna hanya menggunakan aplikasi WhatsApp resmi, menghindari aplikasi modifikasi, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat dianggap sebagai spam seperti mengirim pesan massal dalam waktu singkat.

Pengguna juga diminta memastikan perangkat selalu terlindungi dari malware dan rutin memperbarui sistem keamanan.

Sementara itu, Alfons mengimbau pengguna segera memeriksa menu Linked Devices untuk memastikan tidak ada perangkat asing yang masih terhubung dengan akun WhatsApp. Jika ditemukan perangkat yang tidak dikenal, akses tersebut harus segera diputus.

Ia juga menyarankan pengguna memastikan ekstensi Adobe Acrobat PDF telah diperbarui ke versi terbaru atau menghapusnya apabila tidak diperlukan. Selain itu, penggunaan aplikasi resmi WhatsApp untuk Windows atau Mac dinilai lebih aman dibandingkan WhatsApp Web karena tidak bergantung pada ekstensi browser pihak ketiga.

Bagi organisasi, Alfons menyarankan inventarisasi seluruh ekstensi browser yang terpasang pada perangkat kerja. Ekstensi yang memiliki izin mengakses seluruh situs web perlu ditinjau secara berkala karena dapat menjadi pintu masuk serangan siber apabila mengandung kerentanan.

 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...