Kontribusi Ekonomi E-Sports dalam Industri Gim Indonesia Tertinggi di ASEAN

Leoni Susanto
22 Oktober 2026, 20:50
Tim e-sports asal Indonesia Alter Ego Esports (kanan) bertanding melawan Aurora Gaming dari Filipina dalam pertandingan Grand Final kompetisi e-sports internasional Mobile Legends M7 World Chamionship di Tennis Indoor, kompleks Stadion Gelora Bung Karno,
ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan /YU
Tim e-sports asal Indonesia Alter Ego Esports (kanan) bertanding melawan Aurora Gaming dari Filipina dalam pertandingan Grand Final kompetisi e-sports internasional Mobile Legends M7 World Chamionship di Tennis Indoor, kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/1/2026). Alter Ego Esports meraih posisi kedua setelah dikalahkan Aurora Gaming dari Filipina dengan skor 0-4.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kontribusi segmen olahraga elektronik (e-sports) terhadap nilai perekonomian industri gim Indonesia dilaporkan mencapai US$432 juta atau setara Rp7,78 triliun pada 2025. Nilai ini sekitar 24% dari total nilai perekonomian industri gim tanah air yang mencapai Rp32,5 triliun. Kontribusi ini adalah yang tertinggi di antara industri e-sports negara-negara Asia Tenggara. 

Laporan ini berdasarkan white paper “The Video Game Industry: Unlocking the Next Level of Economic and Social Development in Southeast Asia” yang diluncurkan Tencent bersama Access Partnership pada acara World Conference on Creativity Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10).

Berdasarkan white paper, posisi Indonesia diikuti Filipina, yang kontribusi e-sports dalam nilai perekonomian industri gim-nya mencapai 20% atau setara US$200 juta. Thailand mengikuti dengan kontribusi sebesar 11% atau setara US$187 juta. Sedangkan di Malaysia, kontribusi e-sports hanya sekitar 5% atau setara US$125 juta. Di Singapura, kontribusinya lebih kecil lagi, yaitu 3% atau setara US$39 juta.

 

Pasar e-sports memang menjadi salah satu penggerak perekonomian industri gim Asia Tenggara. Meskipun kontribusinya per 2025 masih jauh lebih rendah dibandingkan segmen penopang utama industri gim yaitu manufaktur perangkat keras (hardware).

Namun begitu, kontribusi e-sports dalam perekonomian negara-negara di Asia Tenggara ini diproyeksikan bakal terus meningkat hingga 2030. Bahkan perkembangannya paling pesat dibandingkan segmen-segmen lainnya.

Kontribusi e-sports Indonesia sendiri diproyeksikan tembus US$1 miliar atau sekitar 30,3% dari total nilai perekonomian industri gim. Nilai ini naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025, menjadikan Indonesia masih yang terbesar dalam industri e-sports di Asia Tenggara pada 2030. Industri e-sports ini juga diproyeksikan bakal membuka lapangan pekerjaan hingga lebih dari 139.000 tenaga kerja.

Pada tahun yang sama, kontribusi e-sports Filipina juga diproyeksikan naik menjadi US$500 juta atau sekitar 29,4% dari total nilai perekonomian industri gim negara itu. Thailand mengikuti dengan kontribusi e-sports sebesar 13,3% atau setara US$400 juta. Kontribusi Malaysia juga meningkat menjadi 6,8% atau setara US$300 juta. Begitu pula dengan e-sports Singapura yang juga meningkat menjadi 10,5% dari total nilai perekonomian industri gim-nya atau setara US$200 juta.

Pangsa Besar, Tapi Regulasi Tertinggal

Namun begitu, regulasi untuk mendorong industri e-sports di Indonesia dinilai masih minim dibandingkan negara tetangga. Di Malaysia, pemerintahannya sudah menyusun peta jalan pengembangan e-sports untuk periode 2020-2025. 

Singapura dengan pangsa e-sport jauh lebih kecil, bahkan sudah secara resmi memasukkan e-sports ke dalam kategori olahraga. Ini sekaligus memberi wewenang kepada badan Sport Singapore yang ada di bawah Kementerian Kebudayaan, Masyarakat, dan Anak Muda Singapura untuk mendukung pengembangan atlet e-sports.

Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Luat Sihombing mengakui, pasar industri e-sports di Indonesia memang besar. Kementeriannya sedang membidik pengembangan industri ini, salah satunya lewat acara-acara turnamen e-sports yang bisa menarik wisatawan di dalam dan luar negeri.

“Kami ingin acara e-sports di Indonesia menjadi acara rutin yang sustain dan bisa menarik wisatawan,” kata Luat dalam salah satu panel diskusi WCCE 2026, Kamis (22/10).

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Leoni Susanto

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...