Muncul Aplikasi Raqib Atid untuk Catat Dosa & Pahala, Apa Kata Ustaz?
Memasuki ramadan tahun ini, muncul aplikasi Raqib Atid dengan fitur pencatatan dosa dan pahala. Ustaz menilai aplikasi ini bisa berdampak positif bagi penggunanya.
Raqib dan Atid merupakan malaikat pencatat amal perbuatan manusia dalam Islam. Aplikasi yang menggunakan nama kedua malaikat ini pun dirilis pada 28 April lalu, dan sudah diunduh lebih dari 5.000 kali di Google Play Store.
Putra bungsu KH Hasyim Muzadi, Ustaz Muhammad Yusron Shidqi menilai, aplikasi tersebut membantu pengguna untuk muhasabah atau mengevaluasi diri sendiri secara sederhana. “Sebagai simulasi bagaimana penghitungan amal, sehingga membuat kita lebih waspada dalam berbuat," kata pria yang akrab disapa Gus Yusron itu, Kamis (7/5) lalu.
(Baca: 10 Platform untuk Dukung Aktivitas Selama Ramadan di Tengah Pandemi)
Ustazah Arini Retnaningsih pun sepakat bahwa aplikasi Raqib Atid merupakan sarana muhasabah atau mengevaluasi diri. Hanya, tidak dapat disamakan dengan catatan yang dimiliki Malaikat Raqib dan Atid.
"Kalau hanya dijadikan sarana muhasabah, tidak apa-apa. Tapi aplikasi ini beda dengan catatan malaikat pencatat amal dan dosa kita. Malaikat mencatat sampai ke hal-hal kecil yang boleh jadi kita sendiri tidak menyadarinya," ujar Arini, yang mengajar kajian Islam di beberapa Madrasah Tsanawiyah kawasan Bogor.
Gus Yusron maupun Ustazah Arini mengatakan, malaikat tidak akan melewatkan perbuatan kecil maupun besar. Niat menyimpang, rasa iri, benci, sum'ah, ujub dan hal lainnya yang mungkin tak tersedia dalam aplikasi pun dicatat Malaikat Raqib dan Atid.
(Baca: 7 Aplikasi untuk Pesan Menu Berbuka Puasa di Rumah)
Sedangkan pada aplikasi Raqib Atid tersedia dua fitur utama yakni pencatatan dosa dan pahala. Ada beberapa jenis tindakan tak baik yang dicatat, seperti berbicara kotor, membantah orangtua, ghibah, ingkar janji dan mencuri.
Lalu, dalam menu pahala, ada beberapa amalan baik yang bisa dicatat seperti salat, zikir, sedekah, membaca Al-Qur'an, berpuasa dan membantu orang tua. Pengguna pun bisa menambahkan tindakan dosa dan pahala untuk dicatat dalam aplikasi tersebut.
Pengguna bisa mengeklik tombol ‘tambah’ yang ada di bawah ikon masing-masing tindakan, baik dosa maupun pahala. Misalnya, dalam sehari sudah delapan kali melakukan ghibah atau dosa lainnya.
Nantinya, jumlah tindakan per dosa atau pahala akan diakumulasi. Dengan begitu, pengguna bisa mengetahui naik turunnya dosa atau pahala dalam periode tertentu.
Namun hasilnya akan sangat bergantung pada kejujuran pengguna. (Baca: Ahli IT Sarankan Tausyiah Tarawih Virtual Gunakan Platform Satu Arah)
