Startup Budidaya Udang Jala Tech Mulai Ekspansi ke Vietnam Bulan Ini

Andi M. Arief
5 Maret 2022, 06:00
startup, udang, perikanan
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/wsj.
Ilustrasi panen udang vaname di Banda Aceh, Aceh, Jumat (12/11/2021).

Bisnis akuakultur atau budi daya perairan di Indonesia terus berkembang hingga saat ini. Bahkan, perusahaan rintisan atau startup PT Atnic Ekotekno Wicaksana (Jala Tech) akan melakukan ekspansi ke Vietnam pada pertengahan Maret 2022.

Ekspansi ke Vietnam merupakan cara agar perusahaan bertambah besar lantaran jiran Indonesia itut adalah produsen udang ketiga di dunia. "(Di Vietnam,) kami berpartner dengan komunitas (petambak udang) di sana. (Produksi udang) kita (Indonesia) di bawah Vietnam," kata Chief Executive Officer (CEO) Jala Tech Liris Maduningtyas dalam siaran langsung di akun Instagram Katadata.co.id, Jumat (4/3).

 Sebagai informasi, Jala Tech merupakan start-up di bidang teknologi akuakultur, khususnya budidaya udang. Beberapa jasa yang ditawarkan adalah sensor air berteknologi Internet of Things (IoT), fasilitas pembiayaan, manajemen tambak, dan lainnya. 

Alasan mereka memilih Vietnam untuk memperbesar pasar karena produksi udang di Tanah Naga Biru mencapai 500 ribu - 600 ribu ton per tahun.  Sedangkan produksi industri udang nasional hanya mencapai sekitar 300 ribu ton per tahun.

Selain itu, investor maupun rekan bisnis Jala Tech mayoritas berada di luar negeri. Adapun, beberapa investor yang telah bergabung ke dalam Jala Tech berasal dari Jepang dan Amerika Serikat. 

Liris mengatakan salah satu komitmen utama Jala Tech adalah mengembangkan industri makanan dengan teknologi berkelanjutan. Menurutnya, pengenalan teknologi kepada petambak udang akan mengurangi dampak limbah dari hasil budidaya udang. 

Adapun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan investasi di industri kelautan dan perikanan pada 2022 dapat tumbuh hingga 5% dari target 2021 atau menjadi Rp 6,32 triliun. Adapun, target investasi KKP pada 2021 adalah Rp 6,02 triliun pada 2021. 

Hingga kuartal III-2021, total investasi ke industri perikanan dan kelautan telah mencapai 4,11 triliun. Pemerintah menilai bisnis budidaya perikanan masih akan menjadi sektor yang menarik pada tahun ini. 

"(Pertumbuhan investasi) 4% - 5% akan kami dorong dari usaha penangkapan atau budidaya. Sebetulnya selama ini sudah ada ketentuan pemerintah yang bisa menarik investasi, salah satunya memberikan keringanan pajak bagi investasi baru," kata Direktur Usaha dan Investasi KKP Catur Sarwanto pada 20 Januari 2022 lalu.

Keringanan pajak yang dimaksud Catur adalah insentif tax allowance dari Kementerian Keuangan. Di industri kelautan dan perikanan, stimulus itu akan diberikan bagi investasi baru di bidang budidaya, penangkapan, dan pengolahan. 

Catur mencatat mayoritas atau sebanyak 30% dari tota investasi di industri Kelautan dan Perikanan ditanam pada bidang budidaya. Capaian itu diikuti oleh investasi di bidang pengolahan sebanyak 27%. 

Sedangkan pada tahun ini, telah ada investasi senilai US$ 90 juta pada salah satu perusahaan perikanan yakni e-Fishery. Investasi ini dipimpin oleh Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India. 

Investor lain yang berpartisipasi yakni Northstar Group, Go-Ventures, Aqua-Spark, dan Wavemaker Partners. Northstar Group merupakan salah satu investor Gojek, sedangkan Go-Ventures adalah perusahaan modal ventura besutan Gojek.

Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...