Dampak Silicon Valley Bank Kolaps ke Startup RI Minim, tapi Bisa Buruk

Desy Setyowati
16 Maret 2023, 11:44
startup, silicon valley bank
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Warga mengamati aplikasi-aplikasi startup yang dapat diunduh melalui telepon pintar di Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Dampak Silicon Valley Bank atau SVB kolaps terhadap startup Indonesia dinilai minim. Namun bisa berpotensi buruk, jika pasar merespons negatif secara berlebihan.

“Bank tutup itu bukan pertama kali. Tetapi yang perlu diwaspadai adalah sentimen negatif berlebihan atau kecemasan berlebihan,” kata Peneliti Center of Industry, Trade, and Investment, INDEF Ahmad Heri Firdaus dalam diskusi virtual, Kamis (16/3).

“Waspada harus. Tetapi khawatir dan panik berlebihan tidak baik dalam ekonomi. Pemerintah perlu mengajak pelaku usaha tidak khawatir berlebihan, karena akan menimbulkan dampak negatif yang seharusnya tak terjadi,” tambah dia.

Ia pun menghitung dampak langsung dan tidak langsung Silicon Valley Bank kolaps terhadap di Indonesia dari sisi Produk Domestik Bruto (PDB), ekspor, impor, dan sektoral. Dampak tidak langsung yang dimaksud yakni jika ada sentimen negatif berlebihan.

Rincian dampaknya sebagai berikut (dalam satuan persen):

Dampak Silicon Valley Bank kolaps terhadap PDB, ekspor, impor, dan sektoral
Dampak Silicon Valley Bank kolaps terhadap PDB, ekspor, impor, dan sektoral (INDEF/Katadata Desy Setyowati)

Menurutnya, kasus Silicon Valley Bank kolaps bisa menjadi pelajaran bagi startup untuk menempatkan dana di lebih dari satu bank. “Bisa dipilih beberapa bank yang dipercaya menjadi rekan bisnis,” ujar dia.

Peneliti Center of Digital Economy and SMEs INDEF Nur Komaria juga mengatakan dampak Silicon Valley Bank kolaps ke startup Indonesia minim. Namun startup dinilai perlu waspada dan melakukan:

  1. Berfokus pada peningkatan profitabilitas dan bisnis berkelanjutan
  2. Memberikan pelatihan kepada talenta digital untuk meningkatkan kemampuan, sehingga startup bisa terus berinovasi di bidang teknologi

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro juga menyampaikan, ada sedikit startup Indonesia yang menerima investasi dari modal ventura atau (VC) yang berbasis di Silicon venture capital Valley.

“Namun kami masih mencari data konkret. Indikasi awal, relatif sedikit,” kata Eddi kepada Katadata.co.id, Selasa (14/3).

Amvesindo pun menggalang data terkait dampak Silicon Valley Bank kolaps terhadap startup Indonesia. Indikasi awal, efeknya relatif kecil karena hanya sedikit modal ventura Indonesia yang berbisnis dengan bank raksasa ini.

Selain itu, “sangat sedikit modal ventura Indonesia yang berinvestasi ke startup di Amerika Serikat (AS),” tambah Eddi.

Bank dengan model bisnis seperti Silicon Valley Bank di Indonesia juga belum ada. Oleh karena itu, tidak ada relevansi dengan ekosistem di Indonesia seperti yang terjadi di bank Amerika itu.

“Dampak ke startup Indonesia kecil. Dengan atau tanpa keputusan regulator, Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK lebih ke masing-masing startup mengelola pendapatan dan biaya,” ujar dia.

Mitra pendiri Golden Gate Ventures Vinnie Lauria pun mencatat, sebagian besar startup di Asia bukan klien Silicon Valley Bank.

Namun sejumlah modal ventura di Asia, termasuk perusahaannya, menempatkan dana di Silicon Valley Bank. Namun, Golden Gate Ventures hanya menaruh kurang dari 1% dana di bank yang kolaps ini.

“Biasanya, modal ventura memiliki dana minimal di rekening bank. Kami lebih suka menjalankannya dengan berinvestasi, atau menyerahkannya kepada mitra terbatas atau limited private (LP),” tulis Lauria melalui unggahan di LinkedIn, akhir pekan lalu (11/3).

Y Combinator merupakan salah satu investor startup yang terkena dampak Silicon Valley Bank kolaps. Y Combinator berinvestasi di startup Indonesia seperti Lumina, Ajaib, dan PINA.

Sepertiga startup di komunitas Y Combinator dilaporkan terkena dampak. Presiden sekaligus CEO Y Combinator Garry Tan mengatakan ada sekitar 3.000 startup yang didukung yang memiliki hubungan dengan Silicon Valley Bank.

Sedangkan hasil survei Y Combinator sebagai berikut:

  • Hampir 400 mengatakan mereka memiliki eksposur
  • Lebih dari 100 mengatakan mereka khawatir tidak dapat menggaji pegawai selama 30 hari ke depan tanpa resolusi cepat untuk permasalahan Silicon Valley Bank

“Seluruh komunitas startup sedang gelisah sekarang,” kata Tan dikutip dari CNBC Internasional, Senin (13/3).

Reporter: Desy Setyowati, Lenny Septiani

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...