Modal Ventura Milik Gojek Raih Rp 3,6 T, Incar Startup Asia Tenggara
Perusahaan modal ventura milik GoTo Gojek Tokopedia yakni Go-Ventures mengumpulkan US$ 240 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun. Investor startup ini juga berganti nama menjadi Argor Capital Management Pte. Ltd.
Dana tersebut dalam bentuk komitmen modal untuk dana kelolaan kedua, serta beberapa fasilitas yang dikelola secara terpisah.
Argor mendanai startup dengan pertumbuhan tinggi di seluruh pasar Indonesia dan Asia Tenggara.
Dengan perolehan US$ 240 juta, modal ventura di bawah Gojek itu berencana meningkatkan dampak terhadap ekosistem teknologi di Asia Tenggara. Caranya, dengan berinvestasi di startup tahap awal dan menengah yang menyasar peluang-peluang pasar besar dan menarik sambil terus mendorong terciptanya dampak sosial yang signifikan.
Startup yang dibidik yakni yang dipimpin oleh para pendiri yang ingin memecahkan masalah utama di pasar yang luas. “Kami akan tetap agnostik dalam menyelusuri sektor industri, dan berfokus pada investasi ke perusahaan dengan jumlah terbatas,” ujar Partner di Argor Aditya Kamath dalam keterangan pers, Selasa (20/6).
Dari permodalan kedua US$ 240 juta tersebut, Argor telah mendanai tujuh perusahaan dari sektor marketplace business to business (B2B), bisnis konsumen berbasis teknologi, platform digitalisasi UKM, teknologi lingkungan, serta sistem keuangan.
Argor atau Go-Ventures berdiri pada 2018 dengan dukungan GoTo yang saat itu dikenal sebagai Gojek, sebelum merger dengan Tokopedia.
Go-Ventures memutuskan untuk mengubah nama menjadi ‘Argor’ guna memperkuat kemandirian perusahaan dan memperluas kemampuan dalam mendorong pertumbuhan portofolio.
Aditya menjelaskan arti nama Argor berasal dari kombinasi kata ardor yang berarti semangat, rigor tegas, dan go maju.
Nama itu mencerminkan gairah dan semangat kemitraan perusahaan dalam berinvestasi dan membantu startup di Asia Tenggara dalam mengubah hidup jutaan orang menjadi lebih baik.
“Meskipun perubahan nama dilakukan pada masa ekspansi, kata “Go” menjadi pengingat penting akan kesuksesan dan dukungan kuat yang telah kami terima dari GoTo dan para investor awal sejak perjalanan dimulai pada 2018,” ujar Aditya dalam keterangan pers, Selasa (20/6).
Ia juga menyampaikan, investor Argor sudah berkembang secara signifikan dalam pendanaan US$ 240 juta kali ini.
Investor dalam dana kelolaan kedua Argor termasuk dana investasi milik pemerintah, investor institusional, perusahaan, serta kantor keluarga dari Asia, Timur Tengah, Australia, Eropa, dan Amerika Serikat.
Meskipun GoTo tetap menjadi investor di dana kelolaan Argor, strategi dan keputusan investasi tetap dilakukan secara independen dan mitra terbatas lainnya.
Kedepannya, perusahaan memastikan Argor tetap menjaga hubungan erat yang dimiliki dengan GoTo dan investor-investor perusahaan lainnya.
Ia juga menyatakan, perusahaan tetap optimistis dengan potensi ekosistem teknologi di Asia Tenggara di tengah beragam tantangan ekonomi global. Sebab, masih ada dukungan dari sisi konsumsi yang kuat dan adopsi teknologi di kalangan konsumen maupun bisnis.
“Kami akan tetap berfokus dalam mencari dan memberikan dukungan kepada startup-startup terbaik di Asia Tenggara,” kata dia.
Dalam dua tahun terakhir, Argor telah memperluas kemampuan investasi dan dukungan untuk portofolio dengan bergabungnya Siddharth Pisharody dan Adrian Foo sebagai mitra.
Selain itu, jumlah pegawai bertambah tiga kali lipat. Penambahan anggota tim baru ini termasuk eksekutif industri terkemuka di berbagai bidang seperti teknologi, produk, data science, talenta, dan pemasaran.
Argor menutup permodalan ventura unggulan pertama pada 2020 dengan total dana US$ 175 juta. Dana ini diinvestasikan ke 19 perusahaan di Asia Tenggara, yang telah berhasil menggalang pendanaan lanjutan dari investor pihak ketiga, total US$ 1,4 miliar.
