Banjir Investasi 2022, Startup Belanja Kilat Tutup dan Ubah Bisnis
Startup quick commerce atau belanja kilat sempat menjadi primadona investor termasuk konglomerat pada awal 2022. Namun kini banyak yang tutup, melakukan pemutusan hubungan kerja alias PHK, dan beralih bisnis.
Quick commerce menawarkan layanan belanja dengan pengiriman barang mulai dari 15 menit sampai 1 jam seperti Astro, Tokopedia lewat Tokopedia Now, Bananas, Sayurbox, Segari, dan Tanihub.
Yang terbaru, startup Dropezy mengumumkan niatnya untuk melakukan pivot atau beralih bisnis. Perusahaan rintisan ini sebelumnya menutup sekitar 20 toko di Jabodetabek.
Startup Dropezy pun berganti nama menjadi Sekilo. Perusahaan rintisan ini kini bergerak dalam bisnis pengolahan dan distribusi unggas.
Sekilo menargetkan usaha makanan kecil dan menengah, jaringan hotel, restoran, dan katering, dan startup e-grocery. Startup ini juga menerima pesanan yang dipersonalisasi, baik pengiriman 25 kilogram untuk UKM atau pesanan 10 ton.
“Pada akhir 2022, ketika profitabilitas menjadi titik fokus, kami mengkaji data dan mengungkap potensi besar dalam kategori protein,” kata salah satu pendiri dan CEO Sekilo Chandni Chainani dikutip dari Tech In Asia.
Pada Oktober 2022, startup Bananas melakukan PHK dan menutup layanan. Padahal startup ini baru beroperasi pada Januari 2022 atau hanya 10 bulan.
Bananas juga menerima US$ 1,5 juta dari putaran pendanaan awal yang dipimpin oleh East Ventures. Investor lain yang berpartisipasi yakni SMDV, Arise, MDI Ventures, dan Y Combinator.
Startup itu total menerima investasi setidaknya US$ 31 juta tahun ini.
Bananas berencana menggunakan sisa dana dari investor untuk beralih bisnis. Namun startup ini tidak memerinci bisnis yang dimaksud.
Grab juga menyetop layanan belanja kilat atau GrabMart Kilat sejak Juni 2022. Lalu HappyFresh sempat menutup layanan pada September 2022 dan kembali buka setelah mendapatkan pendanaan baru.
Sementara itu, startup quick commerce lainnya seperti Sayurbox dan TaniHub melakukan PHK pada 2022. Keduanya juga menutup beberapa toko.
Padahal startup quick commerce sempat menjadi primadona investor, termasuk konglomerat pada awal 2022. Berikut rinciannya:
No | Waktu | Startup | Nilai | Investor |
1 | Januari 2022 | KedaiSayur | US$ 3,5 juta (Rp 50 miliar) | Angel Investor atau investor individu |
2 | Februari 2022 | Bananas (quick commerce) | US$ 1,5 juta (Rp 21,5 miliar) | East Ventures, SMDV (Sinar Mas), ARISE, MDI Ventures (Telkom), angel investor |
3 | Maret 2022 | Sayurbox | US$ 120 juta (Rp 1,7 triliun) | Northstar dan Alpha JWC Ventures, International Finance Corporation (IFC), Astra, Syngenta Group Ventures, serta Global Brain, dan beberapa investor |
4 | Mei 2022 | Astro (quick commerce) | US$ 60 juta | Accel, Citius, Tiger Global, Sequoia Capital India, AC Ventures, Global Founders Capital, Lightspeed |
5 | Juni 2022 | Dagangan | US$ 6,6 juta | BTPN Syariah Ventura, Monk's Hill Ventures, CEO Payfazz Hendra Kwik |
6 | Juli 2022 | KedaiSayur | n/a | Kejora – SBI Orbit, Triputra |
7 | September 2022 | HappyFresh | n/a | Genesis, Innoven, dan Mars |
Sumber: Data diolah Katadata.co.id
Selain quick commerce, startup yang menyediakan kebutuhan sehari-hari kini juga ramai tutup. Rinciannya sebagai berikut:
2022:
- Startup e-grocery Brambang pada Mei 2022
- Startup Beres.id per Juli 2022
- Startup quick commerce Bananas pada Oktober 2022
2023:
- Startup social commerce atau platform berbelanja di media sosial berbasis keanggotaan RateS menutup semua gudang per 28 Februari
- Startup e-grocery Tumbasin per 2 Mei
- Perusahaan patungan GoTo Gojek Tokopedia dan Unilever yang bergerak di bidang warung digital yakni GoToko per 15 Mei
- Startup penyedia solusi layanan perangkat software-as-a-service (SaaS) yang berfokus mendigitalisasi warung Lummo melakukan PHK karyawan dan menutup bisnis pada Mei
- Startup Ula memutuskan untuk keluar dari bisnis distribusi FMCG pada Oktober
- Startup properti Rumah.com tutup pada 30 November