Peran Jasa Logistik Genjot Bisnis UMKM di Media Sosial dan E-Commerce

Desy Setyowati
12 Februari 2024, 18:17
umkm, logistik, jualan online, J&T Express,
jet.co.id
Petugas J&T Express dengan melakukan cek paket

Logistik menjadi salah satu tantangan bagi UMKM mengembangkan bisnis secara digital baik di media sosial maupun e-commerce. Penyedia usaha logistik bisa menggunakan teknologi dan integrasi basis data untuk mengatasi tantangan seperti biaya dan ketimpangan muatan.

Sebanyak 56,3% UMKM berjualan melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok dalam setahun terakhir. Data ini tertuang dalam laporan Indef berjudul ‘Peran Platform Digital terhadap Pengembangan UMKM di Indonesia’.

Advertisement

Berikut daftar platform yang digunakan oleh UMKM dalam berjualan online setahun terakhir:

  • Media sosial 56,30%
  • E-commerce 47,64%
  • Online Food Delivery 14,96%
  • Situs atau web milik sendiri 5,12%
  • Aplikasi WhatsApp 1,57%
  • Lainnya 1,18%

“Selain menggunakan aplikasi media sosial untuk kebutuhan personal, para responden mengembangkan usaha seperti penggunaan Facebook Marketplace dan Instagram Shop,” demikian dikutip dari studi tersebut.

Berdasarkan riset Katadata Insight Center (KIC) dan perusahaan penyedia layanan social commerce Evermos, UMKM mulai berfokus berjualan online. Rinciannya dapat dilihat pada Databoks di bawah ini:

Aktivitas UMKM berjualan online di e-commerce dan social commerce yang mulai masif itu memerlukan aktivitas logistik yang efisien, terukur, dan transparan. Terlebih lagi, e-commerce merupakan salah satu penyumbang transaksi ekonomi digital Indonesia menurut laporan Google, Temasek, dan Bain & Company pada 2023. Rinciannya sebagai berikut:

Transaksi e-commerce di Indonesia juga terus tumbuh sebagaimana terlihat pada Databoks di bawah ini:

Namun Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat, biaya logistik 14,29% terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB Indonesia per 2022.

Pemerintah menargetkan porsinya turun menjadi 8% pada 2045 guna menuju Indonesia Emas.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan, penyedia jasa logistik menghadapi sejumlah tantangan untuk mencapai target tersebut, di antaranya:

  1. Muatan yang tidak seimbang dari timur ke barat Indonesia
  2. Utilisasi pelabuhan di Indonesia yang masih timpang dan minimnya standardisasi fasilitas pendukung. Utilisasi infrastruktur logistik di pelabuhan kawasan Indonesia Timur rata-rata di bawah 50%.

Sementara itu, AT Kearney mengidentifikasi empat masalah kunci sektor logistik di Indonesia yakni:

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement