Startup Tanda Tangan Digital Privy Akuisisi Ayopajak

Lenny Septiani
17 Februari 2024, 06:30
privy, startup, pajak,
Telkomsel
Ilustrasi, TMI-PrivyID. Startup PrivyID dapat pendanaan seri A dari unit usaha Telkomsel, Telkomsel Mitra Inovasi.

Ringkasan

  • Tren pertumbuhan UMKM dan brand lokal di awal 2024 di Indonesia menonjol dengan kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 61 persen, didorong oleh digitalisasi, perilaku konsumen yang berubah, inovasi produk, dan e-commerce, khususnya melalui platform Shopee.
  • Sejak 2020 hingga 2023, lebih dari 500.000 UMKM baru bergabung Shopee, dengan pertumbuhan pendapatan meningkat hingga 30% YoY; 84% pelaku usaha di Shopee adalah UMKM dan brand lokal dengan 93% transaksi melibatkan produk lokal.
  • Shopee mencatat peningkatan pesanan UMKM dan brand lokal empat kali lipat pada puncak kampanye 2024 dibanding tahun sebelumnya, mengintegrasikan layanan dengan Program Shopee Ekspor yang menghasilkan pertumbuhan ekspor produk lokal, serta meningkatkan interaksi antara penjual dan pembeli melalui Shopee Live yang meningkatkan penjualan produk lokal lebih dari 13 kali lipat.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Startup penyedia layanan tanda tangan digital Privy mengakuisisi Ayopajak. Kedua perusahaan ini membidik wajib pajak individu, badan hingga konsultan.

“Ini merupakan aksi korporasi akuisisi pertama bagi Privy,” kata CEO Privy Marshall Pribadi melalui keterangan tertulis, Jumat (16/2).

Marshall menargetkan AyoPajak menjadi pemimpin pasar di sektor administrasi perpajakan digital di Indonesia, yang menjamin keamanan dan kerahasiaan data pribadi para wajib pajak.

AyoPajak merupakan platform untuk wajib pajak individu, perusahaan, dan konsultan melakukan proses administrasi perpajakan secara online. Misalnya, pembuatan, pelaporan dan revisi SPT Pajak alias e-Filing, pembuatan ID Billing (e-Billing), pembuatan dan pelaporan Faktur Pajak (e-Faktur), Bukti Potong Pajak (e-Bukpot), yang langsung terhubung dengan sistem Direktorat Jenderal alias Ditjen Pajak.

Privy dan AyoPajak dapat bersinergi dalam segi ekspansi bisnis untuk proses administrasi perpajakan secara online dan memenuhi unsur kepatuhan,” kata CEO AyoPajak Andreas Saryadi.

Andreas berharap akuisisi itu menjadi langkah awal AyoPajak mewujudkan ekosistem digital yang memungkinkan pengguna menggunakan one stop service layanan administrasi perpajakan lengkap dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi. 

“Hal ini juga menjadi model baru dalam proses administrasi perpajakan. Sebelumnya identik dengan serangkaian proses administrasi non-digital dengan menggunakan dokumen fisik,” ujar Andres.

Pada September 2022, Privy ditunjuk sebagai Penyelenggara Sertifikat Noninstansi Dalam Pelaksanaan Hak dan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Secara Elektronik berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 454/KM.03/2022. 

Andreas berharap, kehadiran Privy sebagai PSrE di Indonesia menambah kepercayaan para wajib pajak dalam proses administrasi perpajakan secara digital. Sebab, tanda tangan elektronik tersertifikasi memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan basah.

Selain itu, digitalisasi proses administrasi perpajakan dapat menjadi instrumen Pemerintah untuk mengoptimalkan kepatuhan para wajib pajak. 

Sejak berdiri pada 2016, Privy memiliki lebih dari 3.300 klien perusahaan dan telah melakukan verifikasi identitas digital untuk lebih dari 46 juta pengguna individu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Lenny Septiani

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...