Dua Strategi Merchant Juara Grab: Jaga Warisan atau Terus Berinovasi

Rahayu Subekti
13 Juni 2026, 10:33
 Acara Penganugerahan Grab Bintang 5 Awards
Grab
Acara Penganugerahan Grab Bintang 5 Awards
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat di era digital memaksa para pelaku usaha untuk terus beradaptasi. Di tengah persaingan ini, Grab Indonesia bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menggelar Acara Penganugerahan Grab Bintang 5 Awards yang sekaligus memotivasi dan mendorong pengembangan wisata gastronomi Indonesia.

Dari lebih dari 5 ribu merchant pemegang badge eksklusif Bintang 5 di aplikasi Grab, sebanyak 243 mitra merchant lolos sebagai nominasi pada 24 kategori, dan 60 di antaranya yakni 54 GrabFood dan 6 Grab Dine Out terpilih sebagai pemenang berdasarkan suara masyarakat.

Penghargaan ini diberikan kepada para merchant yang dinilai berhasil menghadirkan kualitas makanan, cita rasa, layanan, dan pengalaman terbaik bagi konsumen.

Para pemenang Grab Bintang 5 Awards menunjukkan bahwa tidak ada satu formula tunggal untuk bertahan. Sebagian memilih menjaga warisan dan cita rasa autentik yang telah dibangun selama puluhan tahun, sementara sebagian lainnya mengandalkan produk inovasi secara berkelanjutan untuk memenangkan hati konsumen.

Tip Top Restaurant dari Medan menjadi salah satu pemenang dalam kategori Grab Food Legends: Edisi Nusantara. Perwakilan Tip Top Medan, Christopher Reymard Kelana mengungkapkan bahwa konsistensi menjadi kunci utama mempertahankan eksistensi restoran legendaris tersebut di tengah maraknya kemunculan merek-merek baru.

“Kalau saya kan Tip Top itu memang sudah lama ya, dari 1934. Kita pertahankan kualitas kita, standarisasinya harus benar-benar sempurna,” katanya saat diterima usai menerima penghargaan Grab Bintang 5 Awards di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (12/6) malam.

Di tengah banyaknya persaingan, Tip Top Restaurant justru memilih untuk menahan inovasi. Ini dipilih agar tidak terlalu melenceng dari cita rasa yang sebenarnya dan kehilangan jati diri. Tip Top Restaurant memang menjual makanan legendaris Medan begitu juga makanan oriental, hingga roti dan es krim klasik.

Menurutnya, meski tren kuliner terus berubah, identitas dan resep otentik menjadi kekuatan utama yang membuat pelanggan tetap datang kembali. Ia mencontohkan menu bistik legendaris Tip Top yang hingga kini masih mempertahankan resep asli dan tidak diubah mengikuti tren grilled steak yang populer saat ini.

"Justru kita tidak boleh terlalu melenceng dari cita rasa kita sebenarnya. Takutnya kalau ikut tren, kita kehilangan jati diri," kata Christopher.

Meski mempertahankan warisan kuliner, Tip Top tetap beradaptasi dengan perkembangan digital untuk menjangkau generasi muda. Salah satunya melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok serta menggandeng influencer untuk memperluas promosi.

Berbeda dengan Tip Top, Pisang Goreng Madu Bu Nanik hanya mengandalkan inovasi sebagai strategi utama mempertahankan daya saing. Nanik Soelistiowati, pemilik Pisang Goreng Madu Bu Nanik mengatakan bisnisnya mampu bertahan sejak 2007 karena terus menjaga kualitas produk sekaligus menghadirkan menu-menu baru secara rutin.

"Kita selalu menjaga produk-produk kita dan selalu berinovasi. Setiap tahun harus satu atau dua menu yang baru," ujarnya.

Tak hanya menjual pisang goreng madu, usahanya kini berkembang menjadi pusat oleh-oleh di Jakarta dengan berbagai pilihan gorengan manis dan asin. Menunya mulai dari nanas goreng, ubi goreng, cempedak, sukun, hingga martabak granat, lumpia Betawi, dan minuman lemon madu.

Menurutnya, inovasi tersebut juga menjadi solusi menahan tantangan pasokan bahan baku yang bersifat musiman. "Kalau kemarau pisang, makanya saya menciptakan nanas goreng, ubi goreng. Jadi kalau orang datang dan pisangnya tidak ada, mereka tetap punya banyak pilihan," tuturnya.

Di sisi lain, kualitas bahan baku tetap menjadi prioritas utama. Ia mengaku sangat memilih dalam memilih pisang maupun cempedak agar cita rasa produknya tetap terjaga.

"Pisang pun benar-benar kita resonansi, tidak semua pisang bisa kita goreng, hanya pisang raja yang bisa digoreng. Harus benar-benar tua supaya rasanya manis," katanya.

Memajukan Bisnis Kuliner dan Pariwisata

Grab menilai visibilitas digital menjadi salah satu faktor penting yang dapat mendorong pertumbuhan merchant . Country Marketing and Communication Head Grab Indonesia Melinda Savitri mengungkapkan bahwa merchant yang masuk dalam koleksi Bintang 5 di aplikasi GrabFood memperoleh eksposur lebih besar kepada pelanggan.

"Kita sudah sempat observasi, mungkin bukan spesifik dari penghargaan, tapi dari koleksinya sendiri. Setelah kita memberikan visibilitas lebih, ada penjualan yang naik sebesar 30%. Harapannya merchant-merchant lain juga berlomba-lomba terus memberikan yang terbaik," kata Melinda.

Sementara itu, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan Grab Bintang 5 Awards merupakan bentuk penghargaan kepada para mitra merchant kuliner pilihan masyarakat yang telah konsisten menghadirkan kualitas terbaik. “Kami ingin ikut memperkuat ekosistem kuliner nasional, mendorong peningkatan standar layanan dan kualitas, serta memperluas eksposur terhadap ragam kuliner Indonesia,” kata Neneng.

Neneng mengatakan kuliner bukan hanya bagian dari kebutuhan sehari-hari, tetapi juga pintu masuk bagi masyarakat dan wisatawan untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia. Ia berharap penghargaan ini dapat mendorong pertumbuhan pelaku usaha dan peningkatan kualitas kuliner lokal sebagai salah satu daya tarik pariwisata nasional.

Di sisi lain, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan saat ini kuliner Indonesia berkembang menjadi bagian penting dari daya tarik wisata dan identitas budaya bangsa. Puspa yakin wisata gastronomi memiliki potensi besar dalam mendorong pariwisata berkualitas, menghadirkan pengalaman autentik, serta memberikan manfaat ekonomi langsung bagi UMKM dan masyarakat lokal.

“Oleh karena itu, kolaborasi dengan mitra strategis seperti Grab menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem wisata gastronomi, meningkatkan daya saing pelaku usaha kuliner, dan memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara kepada wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujarnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...