EKRAF Gandeng Coda Buka Akses Pengembang Gim Lokal ke Pasar Internasional

Hari Widowati
26 Juni 2026, 15:10
Ekraf, Coda, industri gim
Dok. Ekraf
CODA dan Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF) membuka akses bagi pengembang gim lokal ke pasar internasional
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Coda, pemimpin global di perdagangan digital, untuk mengakselerasi pertumbuhan ekosistem gim di tanah air. Lewat kemitraan ini, EKRAF dan Coda akan membekali para pengembang gim Indonesia dengan pengetahuan, perangkat komersial, dan kapabilitas bisnis secara komprehensif untuk memperluas akses ke pasar internasional.

Kerja sama ini akan memperluas jangkauan pengembang gim lokal kepada audiens internasional dan meningkatkan daya saingnya. Kerja sama ini menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat unggulan bagi pengembang gim dan kreativitas digital. 

Nota Kesepahaman ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kolaborasi yang telah terjalin antara Coda dan EKRAF. Melalui dukungan penuh EKRAF, inisiatif bersama ini sebelumnya telah berhasil meningkatkan kapasitas lebih dari 70 pengembang lokal melalui ajang Global Game Jam Pre-Workshop di Jakarta. Selain itu, perluasan jangkauan pasar internasional bagi gim buatan anak bangsa terus ditingkatkan melalui Codashop, marketplace milik Coda untuk pembelian konten dalam gim dan konten digital. 

Coda dan EKRAF juga akan terus mendorong literasi digital dan ruang bermain gim daring yang lebih aman. Salah satunya melalui kampanye Guard Your Game, yang mengedukasi para pemain agar mampu mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan daring. 

Sinergi ini sejalan dengan visi besar Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan industri gim yang berbasis komersial kuat, tangguh, dan berdaya saing secara internasional, sekaligus menjadi panggung unjuk bakat talenta Indonesia di kancah global. 


Generasi Baru Pengembang Gim

Shane Happach, CEO Coda, mengatakan Indonesia merupakan rumah bagi komunitas pengembang gim yang dinamis dengan pertumbuhan yang luar biasa. Meskipun talenta kreatif tersedia secara melimpah, membangun bisnis gim yang sukses membutuhkan akses terhadap infrastruktur, jejaring, dan peluang komersial yang tepat. 

"Melalui kemitraan dengan EKRAF, kami ingin mendampingi lebih banyak pengembang dalam perjalanan tersebut. Dengan memperluas akses ke perangkat, keahlian, dan jaringan global, kami berharap dapat membantu lebih banyak studio gim di Indonesia membangun bisnis yang berkelanjutan dan menjangkau pemain di seluruh dunia,” kata Happach, dalam siaran pers, Jumat (26/6).

Ia mengatakan Coda didirikan di Indonesia dan berkomitmen penuh terhadap perkembangan ekonomi digital dan kreatif di negara ini. Perusahaan yang berkantor pusat di Singapura itu ingin mengajak pengembang gim generasi baru untuk menangkap peluang di pasar global.

"Kami bangga dapat bermitra dengan EKRAF untuk mendukung generasi penerus pengembang Indonesia dalam membangun bisnis yang berdaya saing global dan meraih kesuksesan di pasar internasional,” ujarnya.


Menangkap Peluang di Pasar yang Tumbuh Pesat

Industri gim Indonesia mencatatkan pendapatan lebih dari US$ 1,1 miliar (Rp 19,7 triliun, kurs Rp 17.919 per US$) pada tahun 2025 dan diproyeksikan melonjak hingga US$ 1,5 miliar (Rp 26,88 triliun) pada tahun 2030, menurut Niko Partners. 

Seiring dengan pertumbuhan pasar, perilaku pemain dalam menemukan dan membeli konten gim pun berubah. Di Asia Tenggara, sekitar 38% pendapatan gim mobile kini berasal dari metode pembayaran di luar aplikasi (out-of-app), melonjak tajam dibandingkan dua tahun lalu yang hanya menyentuh 21%. 

Di sisi lain, perilaku konsumen juga bergeser, dengan dompet digital yang kini digunakan oleh 55% pemain gim mobile untuk bertransaksi. Adapun hampir seperempat pemain memanfaatkan pembayaran melalui operator seluler (potong pulsa). Tren ini menyoroti pentingnya solusi pembayaran dan perdagangan lokal yang adaptif, guna membantu pengembang gim menjangkau lebih banyak pemain dan mengoptimalkan potensi pendapatan baru.

Melalui kolaborasi dengan EKRAF, Coda akan memfasilitasi pengembang Indonesia agar dapat memanfaatkan peluang-peluang tersebut melalui penyediaan perangkat komersial, keahlian teknis, dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis mereka baik di dalam maupun luar negeri.

Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, mengatakan kolaborasi ini merupakan cerminan nyata dari keseriusan Pemerintah Indonesia dalam mendukung pertumbuhan industri gim nasional. Kerja sama ini sekaligus mempertegas komitmen bersama antara sektor publik dan swasta dalam membangun ekosistem gim yang berdaya saing global.

“Kolaborasi antara Coda, EKRAF, dan para pengembang gim di Indonesia bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman di atas kertas. Tapi ini adalah langkah formal yang menunjukkan keseriusan dan komitmen Pemerintah dan sektor industri seperti Coda," ujar Irene.

Ia mengatakan bagi para pengembang gim, Indonesia bukan hanya negeri penuh berbasis pemain gim yang besar atau target pasar yang hebat. 

"Melalui penguatan ekosistem ini, kita ingin membuktikan bahwa kita tidak hanya mampu memenangi kejuaran dunia sebagai pemain, tetapi juga menguasai pasar global sebagai kreator yang hebat.”

Ke depan, Coda dan EKRAF akan terus mengeksplorasi berbagai program lainnya untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan industri kreatif digital Indonesia. Kolaborasi antara keduanya bertujuan untuk memastikan para kreator Indonesia mampu mengakses peluang global sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang, ketahanan, dan daya saing industri gim Indonesia. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...