Google Siapkan Teknologi AI Baru, Punya Kemampuan Bermain Game

Lenny Septiani
14 Maret 2024, 16:15
Google DeepMind meluncurkan AI bernama SIMA yang memiliki kemampuan bermain game.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Google DeepMind meluncurkan AI bernama SIMA yang memiliki kemampuan bermain game.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Google DeepMind meluncurkan agen berteknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bernama SIMA, untuk mempelajari keterampilan bermain game. Teknologi AI ini bisa bermain game dengan kemampuan seperti manusia.

SIMA merupakan singkatan dari Scalable, Instructable, Multiworld Agent. Saat ini SIMA masih dalam tahap penelitian.

Nantinya, SIMA akan mempelajari cara memainkan video game apa pun, bahkan game yang tidak memiliki jalur linear untuk mengakhiri permainan dan game dunia terbuka.

Meskipun tidak dimaksudkan untuk menggantikan AI game yang sudah ada, SIMA lebih dianggap sebagai pemain lain atau menjadi teman bermain. SIMA memadukan instruksi bahasa alami dengan pemahaman dunia 3D dan pengenalan gambar.

"SIMA tidak dilatih untuk memenangkan permainan; ia dilatih untuk menjalankannya dan melakukan apa yang diperintahkan," ujar peneliti Google DeepMind dan salah satu pemimpin SIMA, Tim Harley, dalam sebuah pernyataan dikutip dari The Verge, Rabu (13/3).

Google bekerja sama dengan delapan pengembang game, termasuk Hello Games, Embracer, Tuxedo Labs, Coffee Stain, dan lainnya, untuk melatih dan menguji SIMA.

Para peneliti menyambungkan SIMA ke dalam game seperti No Man's Sky, Teardown, Valheim, dan Goat Simulator 3 untuk mengajari agen AI dasar-dasar bermain game.

Google mengatakan bahwa SIMA tidak memerlukan API khusus untuk memainkan game atau mengakses kode sumber.

Harley menyatakan tim memilih game yang lebih fokus pada permainan terbuka daripada narasi untuk membantu SIMA mempelajari keterampilan bermain game secara umum.

SIMA saat ini memiliki sekitar 600 keterampilan dasar, seperti berbelok ke kiri, menaiki tangga, dan membuka menu untuk menggunakan peta. Nantinya, kata Harley, SIMA dapat diinstruksikan untuk melakukan fungsi-fungsi yang lebih kompleks di dalam game.

Adapun, tugas-tugas seperti mencari sumber daya dan membangun kamp masih sulit dilakukan karena agen AI tidak dapat melakukan tindakan untuk manusia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Lenny Septiani
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...