TikTok dan Douyin Cetak Rekor Aplikasi Non-Game Raih Pendapatan Rp 9,7 T

Kamila Meilina
25 Februari 2025, 10:44
TikTok
Unsplash
TikTok

Ringkasan

  • TikTok dan Douyin menjadi aplikasi non-game pertama yang meraih pendapatan in-app purchase sebesar US$6 miliar pada 2024, lebih dari dua kali lipat pendapatan aplikasi lain.
  • TikTok mencetak rekor pendapatan IAP sebesar US$1,9 miliar pada kuartal keempat tahun lalu, hanya kalah dari YouTube dan Google One.
  • TikTok dan Douyin menawarkan pengalaman berbeda, dengan Douyin lebih berfokus pada audiens Tiongkok dan e-commerce, sementara TikTok lebih mengarah pada konten video pendek internasional.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

TikTok bersama dengan Douyin, berhasil menjadi aplikasi non-game pertama yang meraih pendapatan pembelian (in-app purchase/IAP) sebesar US$6 miliar atau setara Rp 97,7 triliun sepanjang 2024. 

Menurut laporan terbaru dari penyedia intelijen aplikasi Sensor Tower, TikTok juga mencetak rekor baru dengan pendapatan IAP kotor sebesar US$1,9 miliar alias Rp 30,9 triliun pada kuartal keempat tahun lalu.

Di antara aplikasi non-game, hanya YouTube dan Google One yang mampu melampaui total pendapatan TikTok di kuartal keempat tahun lalu. 

Dengan pendapatan IAP tahunan mencapai US$6 miliar, TikTok menghasilkan lebih dari dua kali lipat pendapatan dari aplikasi atau game lain pada 2024.

Sebagai perbandingan, game Monopoly GO hanya memperoleh pendapatan sebesar US$2,6 miliar selama periode yang sama dan menempati posisi kedua.

Pendapatan tahunan TikTok di tahun 2024 ini juga mencatat kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, meningkat dari US$4,4 miliar pada 2023.

Namun, dari sisi jumlah unduhan, TikTok hanya menempati posisi kedua pada kuartal keempat 2024, dengan Instagram berada di peringkat pertama, diikuti oleh WhatsApp, Facebook, dan Temu yang melengkapi lima besar aplikasi yang paling banyak diunduh.

Meski TikTok dan Douyin dimiliki oleh induk perusahaan yang sama, ByteDance, keduanya menawarkan pengalaman yang berbeda. Douyin lebih disesuaikan dengan audiens Tiongkok, memiliki kontrol ketat sesuai regulasi setempat, dan lebih menonjolkan fitur e-commerce. Sementara itu, TikTok lebih berorientasi pada pasar internasional dengan konten video pendek.

Di Amerika Serikat, TikTok sempat menghadapi ancaman larangan dari toko aplikasi karena masalah keamanan nasional. Namun, kebijakan tersebut akhirnya ditunda oleh Presiden Donald Trump selama 75 hari, dengan kemungkinan perpanjangan jika diperlukan.

Reporter: Kamila Meilina
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...