Komdigi soal Potensi Blokir Roblox: Belum Ada Rencana, Tunggu Evaluasi
Menteri Komdigi alias Kementerian Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan belum ada rencana pemblokiran Roblox. Namun dia tidak menutup kemungkinan untuk mengevaluasi.
“Belum ada rencana sampai nanti kami evaluasi. Ada Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital di Komdigi yang terus memantau. Belum ada penyampaian dari dirjen. Nanti kami lihat,” kata Meutya Hafid di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (6/8), dikutip dari YouTube beberapa media televisi, Jumat (7/8).
Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan pemerintah membuka kemungkinan untuk memblokir gim yang mengandung unsur kekerasan apabila terbukti berdampak negatif terhadap perilaku generasi muda.
Hal itu merespons pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti yang melarang siswa SD bermain gim Roblox, karena banyak mengandung adegan kekerasan. "Kalau memang kami merasa sudah melewati batas, apa yang ditampilkan di situ mempengaruhi perilaku dari adik-adik (siswa), ya tidak menutup kemungkinan (diblokir)," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/8).
Menurut Prasetyo kemungkinkan blokir dilakukan untuk melindungi generasi muda Indonesia. Hal ini akan dilakukan bila terdapat bukti adanya unsur kekerasan dalam gim Roblox.
Prasetyo menjelaskan pemerintah menaruh perhatian tidak hanya pada satu platform tertentu, melainkan seluruh bentuk konten digital yang berpotensi membentuk perilaku menyimpang pada anak-anak dan remaja.
Perhatian itu termasuk gim, siaran televisi, media sosial hingga pemberitaan di media arus utama. Menurut dia, upaya melindungi generasi muda dari konten negatif merupakan tanggung jawab bersama, baik secara moral, etik, maupun sosial.
Sebelumnya Mendikdasmen Abdul Mu'ti melarang siswa SD bermain gim Roblox, karena dinilai bahaya. Game ini disebut menampilkan banyak adegan kekerasan.
“Kalau bermain HP, tidak boleh menonton kekerasan, yang ada berantemnya. Di situ ada kata-kata yang jelek. Jangan menonton yang tidak berguna. Jangan main Roblox, karena itu tidak baik,” kata Mendikdasmen Mu'ti saat membuka Kick-off Program Cek Kesehatan Gratis atau CKG Sekolah di SDN Cideng 2, Jakarta Pusat, Senin (4/8).
Menurut dia, anak-anak usia sekolah dasar belum memiliki kemampuan intelektual penuh untuk membedakan antara adegan nyata dan rekayasa. Ia juga menekankan bahwa siswa SD merupakan peniru ulung yang berpotensi meniru tindakan kekerasan atau perilaku tidak pantas yang mereka lihat di dunia digital, termasuk dalam gim.
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfanu mendukung wacana melarang anak bermain Roblox. “Bermain gim berlebihan tidak baik bagi siswa. Terkait regulasi, tentu akan kami lihat perkembangannya,” kata dia, Rabu (6/8).
Larangan itu disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran publik atas berbagai insiden yang melibatkan anak-anak di platform Roblox.

