Komdigi Kaji Satelit Terhubung Langsung ke HP, Mirip Layanan Starlink

Desy Setyowati
22 Oktober 2025, 06:53
Direct to cell Starlink, Komdigi,
Gemini AI, Katadata/Desy Setyowati
Ilustrasi direct to cell Starlink
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Komdigi atau Kementerian Komunikasi dan Digital membuka konsultasi publik terkait potensi pemanfaatan teknologi Non-Terrestrial Network Direct-to-Device atau NTN-D2D dan Air-to-Ground alias A2G di pita frekuensi 2 GHz sebagai solusi untuk pemerataan konektivitas digital nasional. 

Teknologi NTN-D2D memungkinkan ponsel hingga laptop terhubung langsung ke satelit tanpa menara Base Transceiver Station atau BTS. 

BTS adalah stasiun pemancar dan penerima sinyal dalam jaringan seluler yang memungkinkan komunikasi nirkabel antara perangkat seperti HP dan jaringan operator.

Starlink juga memiliki layanan yang menghubungkan langsung perangkat dengan satelit, yang diberi nama Direct to Cell. Tahapan peluncuran fitur pada solusi satelit Starlink terhubung ke HP yakni:

  • Kirim SMS pada 2024
  • Penggilan dan bisa berselancar di dunia maya atau dikenal dengan istilah internetan pada 2025
  • Menghubungkan Internet of Things atau IoT pada 2026

Sementara teknologi A2G memungkinkan komunikasi langsung antara pesawat dengan jaringan darat.

Kedua teknologi itu dipandang sebagai solusi strategis untuk memperluas jangkauan layanan digital di wilayah terpencil, perbatasan, perairan, dan jalur udara Indonesia.

Kajian itu disusun oleh Direktorat Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital.

Komdigi membuka konsultasi publik untuk menghimpun pandangan, data, serta praktik terbaik dari para pemangku kepentingan mengenai potensi pemanfaatan kedua teknologi itu sebagai solusi pemerataan konektivitas digital nasional, menjaga ketahanan komunikasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Melalui proses konsultasi publik ini, Kementerian Komdigi membuka ruang bagi operator telekomunikasi, penyedia layanan satelit, industri penerbangan, produsen perangkat, asosiasi, akademisi, dan masyarakat luas untuk menyampaikan pandangan terkait peluang teknis, kebutuhan spektrum, model bisnis, dan kebijakan pendukung.

Kajian itu menjadi bagian dari pelaksanaan Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Digital 2025–2029 yang mendukung sasaran RPJMN 2025–2029.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...