Studio-studio Film di Hollywood Waspadai Platform Video AI Buatan Induk TikTok

Desy Setyowati
19 Februari 2026, 12:33
video tom cruise vs brad pit, seedance, tiktok,
YouTube Ruairi Robinson
Klip berdurasi 15 detik yang menampilkan Tom Cruise dan Brad Pitt berkelahi di atap yang runtuh saat senja, yang dibuat menggunakan Seedance 2.0
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Hanya butuh klip berdurasi 15 detik yang menampilkan Tom Cruise dan Brad Pitt berkelahi di atap yang runtuh saat senja untuk memicu kemarahan dan ketakutan bagi studio-studio film di Hollywood selama beberapa hari terakhir.

Video yang beredar luas itu dibuat oleh sutradara Irlandia Ruairi Robinson menggunakan Seedance 2.0, platform AI buatan induk TikTok, ByteDance. Video ini menampilkan banyak fitur film Hollywood beranggaran besar: sudut kamera yang luas, koreografi aksi, efek suara yang jernih, dan musik yang mencekam.

Dengan perintah dua kalimat dan sekali klik tombol, Seedance 2.0 telah menghasilkan hasil yang sangat realistis yang merupakan peningkatan drastis dibandingkan video AI yang dihasilkan sebelumnya.

Video AI yang dihasilkan Seedance 2.0 sangat meyakinkan, sehingga langsung menuai kecaman dari beberapa organisasi dan perusahaan top Hollywood.

Rhett Reese, seorang penulis skenario yang dikenal karena film Deadpool, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa video Cruise-Pitt membuatnya merinding.

“Bagi kita semua yang bekerja di industri ini, mendedikasikan karier dan hidup kita untuk itu, saya rasa ini sangat menakutkan,” kata Rhett Reese dikutip dari The New York Times, Selasa (17/2). “Saya bisa membayangkan ini akan menyebabkan hilangnya pekerjaan di mana-mana.”

ByteDance merilis Seedance 2.0 minggu lalu, hampir dua bulan setelah versi sebelumnya. Siaran pers perusahaan menonjolkan akurasi fisik, realisme, dan kemampuan kontrol pada video yang dihasilkan Seedance 2.0.

Studio-studio film di Hollywood menuntut ByteDance menyetop fitur Seedance 2.0, karena melanggar hak cipta atas penggunaan klip-klip film maupun acara di Amerika Serikat.

Banyak klip yang dipakai oleh pengguna Seedance untuk membuat video baru berbasis AI, didasarkan pada aktor, acara TV, dan film sungguhan. "Dalam satu hari, platform AI Cina Seedance 2.0 telah terlibat dalam penggunaan karya berhak cipta AS tanpa izin, dalam skala besar,” kata Motion Picture Association dikutip dari BBC Internasional, pekan lalu.

MPA mewakili studio-studio besar AS, termasuk Netflix, Paramount Pictures, Prime Video & Amazon, MGM Studios, Sony Pictures, Universal Studios, The Walt Disney Studios, dan Warner Bros Discovery.

Akan tetapi, ByteDance mengatakan Seedance 2.0 telah menangguhkan kemampuan orang untuk mengunggah gambar orang sungguhan. Perusahaan menghormati hak kekayaan intelektual dan perlindungan hak cipta, serta menanggapi setiap potensi pelanggaran dengan serius.

“Konten yang dirujuk tersebut dibuat sebagai bagian dari fase pengujian pra-peluncuran terbatas,” demikian pernyataan induk TikTok.

Menurut ByteDance, langkah-langkah sedang diambil untuk mengatasi risiko lebih lanjut. Perusahaan juga akan menerapkan kebijakan, mekanisme pemantauan, dan proses yang kuat untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan setempat.

Cuplikan-cuplikan video yang dihasilkan oleh Seedance 2.0 membanjiri media sosial, dan para pengguna juga mengunggah adegan-adegan yang diambil dari serial dan film seperti The Lord of the Rings, Seinfeld, Avengers, dan Breaking Bad.

ByteDance menyebut alat AI barunya ini mampu menghadirkan pengalaman imersif ultra-realistis.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...