Asosiasi Google - Nvidia Surati Pentagon, Keberatan Anthropic Dilabeli Musuh AS

Rahayu Subekti
5 Maret 2026, 10:21
anthropic, Pentagon
Gemini AI, Katadata/Desy Setyowati
Ilustrasi militer AS menggunakan teknologi AI Claude Anthropic
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kelompok industri teknologi, yang anggotanya termasuk raksasa cip Nvidia, Microsoft, Amazon, Apple hingga Google, mengirimkan surat kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Rabu (4/3) yang menyatakan keprihatinan atas penetapan Anthropic sebagai 'risiko rantai pasokan' yang biasanya disematkan pada musuh Amerika Serikat.

Surat yang ditulis oleh Information Technology Industry Council (ITI) itu tidak menyebutkan nama Anthropic, meskipun perusahaan AI tersebut diberi label itu pada Jumat (27/2) setelah menyatakan keberatan Claude AI dipakai untuk pengawasan penduduk secara massal dan senjata otonom.

“Kami prihatin dengan laporan-laporan baru-baru ini mengenai pertimbangan Departemen Perang untuk memberlakukan penetapan risiko rantai pasokan sebagai tanggapan terhadap sengketa pengadaan,” tulis ITI dalam surat, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (5/3).

ITI menyebutkan, sengketa kontrak seharusnya diselesaikan melalui negosiasi berkelanjutan antara para pihak. Bisa juga Departemen Perang memilih penyedia alternatif melalui saluran pengadaan yang telah ditetapkan.

“Otoritas darurat seperti penetapan risiko rantai pasokan ada untuk keadaan darurat yang sebenarnya dan biasanya diperuntukkan bagi entitas yang telah ditetapkan sebagai musuh asing," kata ITI.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengumumkan di X pada Jumat (27/2) bahwa Pentagon akan memberi label Anthropic sebagai 'risiko rantai pasokan terhadap keamanan nasional', tak lama setelah Presiden Donald Trump memerintahkan setiap lembaga pemerintah AS untuk segera berhenti menggunakan teknologi perusahaan tersebut.

Surat dari ITI tersebut merujuk pada proses-proses yang telah ditetapkan, termasuk Undang-Undang Keamanan Rantai Pasokan Akuisisi Federal pada 2018 untuk melindungi sistem informasi federal dari risiko, serta Dewan Keamanan Akuisisi Federal.

“FASCSA juga menyediakan beberapa lapisan perlindungan proses hukum bagi perusahaan swasta, termasuk persyaratan pemberitahuan dan kesempatan untuk menanggapi sebelum membuat penetapan tersebut,” tulis ITI.

Surat lain yang menyampaikan kekhawatiran serupa dikirimkan kepada Presiden Trump pada Rabu (4/3), yang ditulis bersama oleh Software and Information Industry Association, TechNet, Computer and Communications Industry Association, dan Business Software Alliance.

Anthropic, yang mendapatkan kontrak senilai US$ 200 juta dari Departemen Pertahanan yang kini bernama Departemen Perang, pada Juli 2025.

Saat itu, perusahaan meminta pemerintah untuk menjamin perusahaan itu bahwa teknologinya tidak akan digunakan untuk senjata otonom atau pengawasan massal warga Amerika di dalam negeri. Pentagon keberatan, menuntut agar militer diizinkan menggunakan platform tersebut untuk semua penggunaan yang sah.

Anthropic menulis dalam pernyataan pers pada Jumat (27/2) bahwa mereka “sangat sedih” atas keputusan tersebut.

“Menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasokan akan menjadi tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya — tindakan yang secara historis hanya diperuntukkan bagi musuh AS, dan belum pernah diterapkan secara publik kepada perusahaan Amerika mana pun,” tulis Anthropic.

CEO OpenAI, Sam Altman, mengatakan pada hari itu juga bahwa perusahaannya telah mencapai kesepakatan dengan Departemen Pertahanan, tetapi ia menulis di X bahwa “menerapkan penetapan SCR pada Anthropic akan sangat buruk bagi industri kita dan negara kita, dan tentunya perusahaan mereka.”

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...