Softbank Amankan Pinjaman Rp 679 Triliun, Sebagian Besar untuk OpenAI

Rahayu Subekti
31 Maret 2026, 08:50
Pejalan kaki melintas di salah satu gedung Softbank di Jepang.
123RF.com/Tupungato
Pejalan kaki melintas di salah satu gedung Softbank di Jepang.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Softbank mengamankan pinjaman jangka pendek senilai US$ 40 miliar atau setara Rp 679,72 triliun (kurs Rp 16.993 per dolar AS). Mengutip Japan Times, Senin (29/3), pinjaman ini sebagian besar untuk membiayai investasi OpenAI.

Langkah ini bukan sekadar ekspansi, melainkan sinyal kuat dari pendiri SoftBank, Masayoshi Son, untuk masuk dalam perlombaan AI global. Pinjaman tanpa agunan yang jatuh tempo dalam 12 bulan itu akan mengalirkan sekitar US$ 30 miliar atau sekitar Rp 509.7 triliun langsung ke OpenAI.

Ini merupakan pinjaman terbesar SoftBank yang sepenuhnya berbasis dolar AS. Hal ini menambah tekanan utang perusahaan di tengah volatilitas pasar teknologi. Untuk menutup sebagian kewajiban, SoftBank bahkan membuka opsi menjual aset-asetnya.

Sejumlah raksasa perbankan global seperti JPMorgan Chase, Goldman Sachs, hingga Mizuho Bank ikut menopang pembiayaan ini.

SoftBank masih memiliki investasi lain di portofolionya, termasuk sekitar 90% saham di Arm Holdings yang tengah melonjak nilainya seiring tren cip AI. Kenaikan saham Arm lebih dari 40% tahun ini memberi ruang napas bagi SoftBank untuk terus membiayai ekspansi agresifnya.

Pembiayaan ini menunjukkan sinyal bahwa OpenAI akan segera melakukan initial public offering atau IPO pada 2026. Mengutip TechCrunch, jika ini terjadi maka akan memberikan Softbank likuiditas untuk melunasi utang dalam jangka waktu yang singkat.

Kabar IPO induk ChatGPT ini sudah muncul sejak Oktober 2025. Valuasi diperkirakan mencapai US$ 1 triliun atau sekitar Rp 16.631 triliun (kurs Rp 16.631 per dolar AS). Angka ini merupakan IPO terbesar sepanjang sejarah.

Menurut laporan Reuters, OpenAI mempertimbangkan untuk mengajukan dokumen IPO ke otoritas pasar modal pada paruh kedua tahun 2026, dengan kemungkinan peluncuran resmi pada 2027.

Beberapa penasihat internal memprediksi IPO bisa terjadi lebih cepat, yakni pada akhir 2026. Meski begitu, pihak OpenAI menegaskan bahwa IPO bukan prioritas utama saat ini.

“IPO bukan fokus kami, jadi kami belum menetapkan tanggal apa pun,” ujar juru bicara OpenAI, dikutip dari Reuters pada Oktober 2025.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...