Induk Instagram Lacak Chat dan Link yang Diklik Pegawai di Google hingga Threads

Desy Setyowati
23 April 2026, 16:17
instagram, ai,
LinkedIn
Kantor Meta
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Induk Instagram, Meta, disebut melacak pencarian Karyawan di laman Google, LinkedIn, Wikipedia, Microsoft, GitHub, Slack, Threads, Manus, serta ratusan situs web dan aplikasi lain, saat menggunakan perangkat perusahaan.

Hal ini sebagai bagian dari proyek untuk melatih model kecerdasan buatan (AI), menurut pesan internal kepada karyawan, dikutip dari CNBC Internasional pada Rabu (22/4) waktu Amerika Serikat.

Meta pun menggunakan alat pelacakan karyawan yang disebut Model Capability Initiative (MCI). Alat ini memungkinkan induk Instagram untuk mengamati dan mengumpulkan data dari tindakan staf di komputer kerja.

Daftar situs dan layanan pihak ketiga yang dilacak oleh alat MCI beredar luas di internal perusahaan dan dibahas di forum obrolan setelah seorang anggota Meta Superintelligence Labs atau MSL, mengirimkan memo yang bertujuan meredakan kekhawatiran tentang pengawasan dan privasi pekerja.

Proyek pengumpulan data ini terkait dengan upaya ambisius CEO Meta Mark Zuckerberg untuk mengejar ketertinggalan dalam AI generatif, perusahaan tersebut tertinggal di belakang OpenAI, Anthropic, dan Google.

Untuk menutup kesenjangan tersebut, Mark Zuckerberg mulai melakukan pengeluaran besar-besaran sejak musim panas lalu, mendatangkan Alexandr Wang dari Scale AI untuk membangun tim dan mengembangkan model dasar baru.

Awal bulan ini, Meta meluncurkan model AI utama pertamanya sejak perekrutan Wang yang mahal. Dinamakan Muse Spark, model ini menandai debut seri Muse baru yang dikembangkan oleh MSL, unit AI yang diawasi oleh Wang.

Seperti raksasa teknologi lainnya, Meta gencar mengembangkan agen AI yang dapat melakukan berbagai tugas perkantoran dan pemrograman yang biasanya dilakukan oleh pekerja kantoran.

Seorang juru bicara Meta mengonfirmasi proyek tersebut, tetapi tidak memberikan komentar tentang daftar situs yang dilacak.

“Jika kita membangun agen untuk membantu orang menyelesaikan tugas sehari-hari menggunakan komputer, model kita membutuhkan contoh nyata tentang bagaimana orang benar-benar menggunakannya, hal-hal seperti pergerakan mouse, mengeklik tombol, dan menavigasi menu scroll alias tarik-turun,” kata juru bicara Meta.

“Untuk membantu, kami meluncurkan alat internal yang akan menangkap jenis input ini pada aplikasi tertentu untuk membantu kami melatih model kami. Ada pengamanan yang diterapkan untuk melindungi konten sensitif, dan data tersebut tidak digunakan untuk tujuan lain apa pun,” ia menambahkan.

Sejumlah karyawan Meta menggambarkan proyek pelacakan data itu, sebagai ‘distopia’ dalam pesan internal yang dilihat oleh CNBC Internasional. Yang lain menyatakan kekhawatiran bahwa MCI dapat secara luas membocorkan data sensitif, termasuk kata sandi pengguna, detail tentang pengembangan produk baru, dan informasi pribadi tentang status imigrasi pekerja, kesehatan, atau anggota keluarga.

Staf MSL mengatakan, memo untuk karyawan itu menyebutkan bahwa pelacakan ini untuk mengajari model AI agar mampu menggunakan komputer. “Kita perlu merekam konten di layar sebagai konteks dari apa yang dimanipulasi atau diinteraksikan,” bunyi memo tersebut.

“Informasi pribadi apa pun yang secara tidak sengaja terekam dari layar email perusahaan Anda, tidak akan dipelajari oleh model tersebut, karena adanya mitigasi di atas,” bunyi memo tersebut.

Karyawan Meta masih khawatir bahwa alat pelacakan data itu dapat mengontrol apa yang muncul di layar, khususnya yang bersifat pribadi.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...