Kontroversi muncul karena Muse memungkinkan pengguna mengubah foto milik akun Instagram lain menjadi gambar berbasis AI selama akun tersebut bersifat publik.
Google membatasi penggunaan AI Gemini oleh induk Instagram, Meta karena keterbatasan kapasitas komputasi, sehingga mengganggu sejumlah proyek internal perusahaan raksasa media sosial tersebut.
Data dari Dealroom menunjukkan, sepanjang 2026, modal ventura telah mengalirkan sekitar US$ 18,8 miliar atau setara Rp 324,2 triliun ke startup AI yang baru berdiri sejak 2025.
Instagram sedang menguji aplikasi baru bernama Instants di Spanyol dan Italia, yang memungkinkan pengguna berbagi foto yang hanya bisa dilihat sekali dalam 24 jam.
Induk Instagram, Meta disebut melacak apa yang diklik karyawan di Google, LinkedIn hingga Threads untuk pelatihan AI. Isi pesan juga dilacak, tetapi tidak akan dipakai untuk melatih AI.
Pendiri Facebook sekaligus CEO Meta, Mark Zuckerberg dilaporkan membangun AI yang dilatih untuk meniru perilaku dan pandangannya sebagai CEO. Langkah ini untuk menciptakan versi digital dirinya.
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan Meta Platforms mematuhi PP Nomor 17 tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengubah strateginya dengan fokus pada model AI yang lebih efisien namun tetap mampu menangani tugas kompleks seperti sains, matematika, dan kesehatan.
Pemanggilan hingga dua kali terhadap Meta dan Google terkait dugaan pelanggaran PP Tunas, menguji daya paksa Kementerian Komdigi terhadap raksasa teknologi global.