Fokus Gunakan AI, Cloudflare Pangkas 1.100 Pekerja

Hari Widowati
8 Mei 2026, 11:19
Cloudflare, AI, PHK
Cloudflare, diolah Chatgpt
Cloudflare, perusahaan teknologi AS penyedia cloud computing dan jasa keamanan internet, akan memangkas 1.100 karyawan karena beralih fokus ke AI.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Cloudflare, perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) yang bergerak di bidang cloud computing dan keamanan internet, melaporkan pendapatan kuartal I 2026 sebesar US$ 640 juta atau Rp 11,12 triliun (kurs Rp 17.380 per US$), melampaui prediksi para analis yang sebesar US$ 622 juta atau Rp 10,81 triliun. Namun, harga saham perusahaan ini justru turun 18% dalam perdagangan setelah jam kerja reguler, Kamis (7/5), karena perusahaan mengumumkan pengurangan 20% jumlah karyawannya.

Dalam sebuah unggahan di blog resmi, perusahaan mengumumkan mereka akan memangkas lebih dari 1.100 karyawan. Manajemen Cloudflare menyebut kecerdasan buatan (AI) yang berorientasi pada agen telah "secara fundamental mengubah" pekerjaan perusahaan.

"Ini bukan keputusan yang mudah, tetapi ini adalah keputusan yang tepat," kata CEO Cloudflare Matthew Prince dalam konferensi daring yang mengumumkan kinerja perusahaan, pada Kamis (7/5), seperti dikutip CNBC.

Ia mengatakan ada posisi-posisi di perusahaan yang tidak akan dibutuhkan di masa depan. Cloudflare menyoroti penggunaan AI-nya telah meningkat lebih dari 600% dalam tiga bulan terakhir. Hal ini berkat penerapan "model operasi yang mengutamakan AI yang berorientasi pada agen."

AI Jadi Pendorong Utama Bisnis Cloudflare

Pendapatan Cloudflare pada kuartal pertama meningkat 34% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan memperkirakan pendapatan untuk kuartal kedua akan berada di kisaran US$ 664 juta hingga US$ 665 juta (Rp 11,54 triliun-Rp 11,56 triliun). Analis memperkirakan pendapatan Cloudflare pada kuartal kedua akan berkisar US$ 665 juta atau Rp 11,56 triliun.

Panduan laba per saham perusahaan untuk kuartal kedua sebesar 27 sen sesuai dengan ekspektasi Wall Street.

Dalam rilis pendapatan perusahaan, Prince menggambarkan pertumbuhan AI sebagai pendorong terbesar perusahaan dalam sejarah.

Perusahaan memperkirakan pendapatan setahun penuh untuk tahun 2026 akan berada di kisaran US$2,8 miliar hingga US$ 2,81 miliar (Rp 48,66 triliun-Rp 48,83 triliun), sedikit melampaui perkiraan sebesar US$ 2,8 miliar (Rp 48,66 triliun). Cloudflare mengatakan pihaknya memperkirakan laba setahun penuh antara US$ 1,19 (Rp 20.680) per saham dan US$ 1,20 (Rp 20.854) per saham, melampaui perkiraan sebesar US$ 1,14 (Rp 19.811).

Cloudflare membukukan kerugian bersih sebesar US$ 22,93 juta (Rp 397,97 miliar), atau kerugian 7 sen per saham pada kuartal pertama tahun 2026. Setahun sebelumnya, perusahaan tersebut mengalami kerugian bersih sebesar US$ 38,45 juta atau Rp 668,2 miliar, atau kerugian 11 sen per saham.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...