Satelit Nusantara Lima Punya Kapasitas Terbesar di Asia, Ratakan Konektivitas

Rahayu Subekti
13 Mei 2026, 10:11
Satelit Nusantara Lima yang resmi diluncurkan pada Senin (12/5) memiliki kapasitas terbesar di Asia.
Dok. PSN
Satelit Nusantara Lima yang resmi diluncurkan pada Senin (12/5) memiliki kapasitas terbesar di Asia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Satelit Nusantara Lima yang resmi diluncurkan pada Senin (12/5) memiliki kapasitas terbesar di Asia, yakni mencapai 160 Gbps. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, pengoperasian Satelit Nusantara Lima menjadi langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia sekaligus menunjukkan eksistensi nasional di ruang antariksa.

Dalam peresmian operasi Satelit Nusantara Lima, Meutya menyatakan, satelit itu bukan hanya proyek telekomunikasi, melainkan simbol kemampuan industri nasional dalam membangun infrastruktur digital berkelas dunia.

“Dengan Satelit Nusantara Lima, menunjukkan presensi Indonesia, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di kawasan. Sesuai arahan Presiden Prabowo, Indonesia harus hadir di panggung internasional, termasuk ruang antariksa,” kata Meutya dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (12/5).

Satelit Nusantara Lima dikembangkan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara bersama PT Satelit Nusantara Lima. Kehadiran satelit ini diharapkan menjadi pengungkit baru pemerataan konektivitas nasional, terutama untuk wilayah terpencil dan daerah 3T.

Menurut Meutya, tantangan utama transformasi digital Indonesia saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan jumlah pengguna internet. Pemerintah juga harus memastikan akses digital merata hingga ke pelosok.

Pemerataan Konektivitas Internet

Pemerintah mencatat lebih dari 230 juta penduduk Indonesia atau sekitar 80% populasi telah terkoneksi internet. “Kita ingin setiap warga, dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Rote hingga Miangas, merasakan manfaat digital yang setara. Tidak boleh ada daerah yang tertinggal,” ujarnya.

Ia mengatakan pembangunan konektivitas harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, infrastruktur digital dinilai perlu dibarengi dengan perlindungan ruang digital dari berbagai ancaman siber.

“Tidak ada gunanya membangun konektivitas kalau ujungnya tidak meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Lebih dari itu, konektivitas harus menjaga masyarakat kita,” kata Meutya.

Meutya juga menyoroti ancaman digital seperti judi online, kekerasan siber terhadap anak, hingga radikalisme digital yang dinilai perlu diantisipasi seiring percepatan transformasi digital nasional.

Pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri untuk membangun ekosistem digital yang aman, berdaulat, dan berkelanjutan. Keberhasilan pengoperasian Satelit Nusantara Lima menjadi bukti kemampuan anak bangsa dalam menghadirkan teknologi strategis nasional.

“Indonesia butuh orang-orang pintar dan orang-orang berani. PSN telah membuktikan keberanian itu,” ujarnya.

 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...