BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mempercepat perbaikan kabel optik bawah laut Palapa Ring Tengah yang mengalami kerusakan di kedalaman sekitar 3.400 meter.
Telkomsel resmi mengantongi alokasi spektrum terbesar usai lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Tambahan ini menjadi modal untuk memperluas jangkauan layanan 5G di Indonesia.
Sinyal internet saja tidak cukup, melainkan harus didukung oleh daya beli masyarakat setempat, tingkat pemahaman digital, kemudahan pembayaran, serta ongkos pengiriman logistik yang masuk akal.
Pemerintah menilai penyelenggaraan ICANN87 di Bali akan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kiprahnya dalam pembahasan kebijakan internet global.
Mastel menilai lambatnya adopsi 5G jadi momentum bagi Indonesia untuk mulai mempersiapkan fondasi pengembangan teknologi jaringan seluler 6G sejak dini.
Komdigi melelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk mempercepat penggelaran infrastruktur jaringan internet 5G, menargetkan cakupan hingga 80% pada 2030.
Pemerintah mempercepat perluasan internet 5G melalui lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Hal ini juga untuk mengejar target kecepatan internet rata-rata 100 Mbps pada 2030.
Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komfigi menargetkan kecepatan internet nasional mencapai rata-rata 100 Mbps. Target tersebut akan ditempuh melalui percepatan pembangunan infrastruktur digital
Survei APJII 2026 mengungkap sebagian besar pengguna internet di Indonesia menghabiskan Rp 50 ribu - Rp 100 ribu untuk paket data seluler dan Rp 100 ribu - Rp 300 ribu untuk WiFi per bulan.
Komdigi menyatakan pita frekuensi 700 MHz akan difokuskan untuk memperluas jangkauan sedangkan pita 2,6 GHz untuk meningkatkan kapasitas jaringan, khususnya dalam pengembangan 5G.