Pemerintah Jadikan AI Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

Rahayu Subekti
10 Juni 2026, 19:36
nezar patria, pengembangan AI
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
Wakil Menteri (Wamen) Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah menegaskan kecerdasan buatan atau AI akan menjadi salah satu penggerak utama transformasi digital dan mesin pertumbuhan ekonomi baru untuk mendukung target Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria mengatakan Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Pemerintah juga menempatkan transformasi digital sebagai salah satu fondasi untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Karena itu, menurut dia, pengembangan AI memiliki peran strategis untuk mendorong produktivitas, inovasi, dan daya saing nasional.

"Kolaborasi ini sangat penting, pertama, untuk infrastruktur transfer teknologi. Kedua, untuk peningkatan kapasitas dan ketiga, untuk kemajuan berkelanjutan," kata Nezar dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (10/6).

Menurutnya, Indonesia memiliki modal yang kuat untuk mengambil peran penting dalam perkembangan ekonomi AI global. Keunggulan tersebut didukung oleh bonus demografi, pertumbuhan ekonomi digital yang terus berkembang, serta komitmen pemerintah terhadap pembangunan jangka panjang.

“Dengan dividen demografis yang kuat, ekonomi digital yang dinamis dan berkembang, serta komitmen yang teguh terhadap pembangunan jangka panjang, kita bukan hanya pasar, tetapi juga pusat inovasi, talenta, dan investasi strategis,” ujarnya.

Namun, menurut Nezar, pengembangan AI harus menghasilkan manfaat nyata bagi pembangunan melalui transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pengembangan AI tak boleh hanya berorientasi pada adopsi teknologi.  

Ia pun menilai, sinergi antara talenta lokal dan keahlian global menjadi faktor penting., terutama untuk mempercepat transformasi digital sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tengah persaingan teknologi dunia.

Ia juga menegaskan bahwa pengembangan AI harus berpusat pada kepentingan manusia dan mampu memberikan manfaat yang dirasakan secara luas oleh masyarakat. Prinsip tersebut menjadi landasan pembangunan ekosistem AI nasional, termasuk melalui AI Center of Excellence yang dibangun melalui kolaborasi pemerintah dan mitra industri.

Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing AI nasional, mendorong kedaulatan digital, serta memperluas pemanfaatan teknologi di berbagai sektor pembangunan.

“AI harus menjadi pendorong kemajuan, mitra pembangunan, dan alat yang mengangkat setiap lapisan masyarakat kita. Dan inilah esensi AI untuk kebaikan,” katanya.

Menurut dia, pencapaian target besar Indonesia tidak dapat dilakukan hanya melalui upaya domestik. Karena itu, kemitraan dengan perusahaan teknologi global seperti Nokia dan NVIDIA menjadi bagian penting dalam mempercepat pengembangan ekosistem AI nasional.

“Ketika keahlian global bertemu dengan kecerdasan Indonesia, kita melakukan lebih dari sekadar mengadopsi teknologi. Kita mengadaptasinya, kita berinovasi di atasnya, dan kita menciptakan sumber nilai ekonomi baru,” kata Nezar.

Ia mengajak pemerintah, industri, akademisi, dan mitra global memanfaatkan momentum pengembangan AI untuk membangun ekosistem yang inklusif, aman, dan transformatif. Dengan begitu pemanfaatan teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...