Survei APJII: Mayoritas Warga RI Bayar Internet Rp 100 Ribu dan WiFi Rp 300 Ribu

Rahayu Subekti
19 Juni 2026, 16:26
harga internet, harga wifi, paket data,
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.
Pendiri Aku Badut Indonesia (ABI) Dedy Delon menghibur anak-anak di Jakarta, Sabtu (4/4/2020).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sebagian besar pengguna paket data seluler mengeluarkan biaya Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per bulan, menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2026. Selain itu, mayoritas pelanggan internet rumah atau WiFi membayar Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu per bulan.

Berdasarkan survei APJII, kelompok pengeluaran paket data seluler Rp 50 ribu - Rp 100 ribu menjadi yang terbesar dengan porsi 55,3% responden. Lalu, 32,5% responden mengeluarkan biaya kurang dari Rp 50 ribu per bulan, 12,2% berada pada rentang Rp 100 ribu – Rp 250 ribu, dan hanya 0,9% yang mengeluarkan lebih dari Rp 250 ribu.

Porsi pengguna yang menghabiskan kurang dari Rp 50 ribu turun dari 34,5% pada 2025 menjadi 32,5% pada 2026. Kelompok Rp 100 ribu – Rp 250 ribu juga turun dari 12,2% menjadi 11,2%.

Survei APJII juga menunjukkan smartphone masih menjadi perangkat utama masyarakat untuk mengakses internet dengan porsi 84,31%. Mayoritas pengguna layanan seluler menggunakan paket prabayar, yakni 84,7%.

Berdasarkan operator, mayoritas pelanggan Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, maupun XL Smart juga mengeluarkan biaya internet bulanan pada rentang Rp 50 ribu – Rp 100 ribu.

Pada pelanggan Telkomsel, sebanyak 60,5% responden berada pada kelompok pengeluaran Rp 50 ribu – Rp 100 ribu per bulan. Angka ini mencapai 57% pada pelanggan Indosat dan 59,2% pada pelanggan XL Smart.

Dalam hal pangsa pengguna, Telkomsel menjadi operator yang paling banyak digunakan dengan porsi 37,9%, disusul Indosat Ooredoo Hutchison sebesar 35,5% dan XL Smart sebesar 26,7%.

Mayoritas Pelanggan WiFi Bayar Rp100 Ribu - Rp300 Ribu

Untuk layanan internet tetap atau fixed broadband, APJII mencatat sebanyak 42,3% penduduk yang terkoneksi internet di Indonesia telah berlangganan layanan tersebut.

Dari sisi biaya, mayoritas pelanggan fixed broadband atau 80,8% membayar biaya langganan bulanan pada rentang Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu. Sementara itu, 15,4% responden mengeluarkan biaya Rp 300 ribu – Rp 500 ribu per bulan, 2,7% kurang dari Rp 100 ribu, dan 0,5% lebih dari Rp 500 ribu.

Mayoritas pelanggan fixed broadband menggunakan layanan internet saja tanpa bundling, dengan porsi mencapai 86,6%.

Survei juga menunjukkan sebagian besar responden menilai biaya internet rumah relatif tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 71,9% responden menyebut biaya berlangganan tetap sama, 12,7% menilai lebih mahal, dan 5,4% merasa lebih murah.

Di sisi lain, bagi masyarakat yang belum berlangganan internet tetap, alasan utama adalah merasa internet seluler sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan. Faktor ini disebutkan oleh 47,2% responden. Selain itu, 32,9% responden menilai biaya langganan fixed broadband masih terlalu mahal.

Dalam hal penyedia layanan, IndiHome menjadi layanan fixed broadband yang paling banyak digunakan dengan pangsa 47,3%. Posisi berikutnya ditempati iConnet sebesar 13,8%, MNC Play 4,7%, Biznet 3,3%, XL Home 3,1%, First Media 2,7%, dan MyRepublic 2,6%.

Stabilitas Jaringan Jadi Prioritas

Temuan lain dalam survei APJII menunjukkan masyarakat Indonesia lebih mengutamakan kualitas koneksi yang stabil dibandingkan harga murah atau kecepatan yang sangat tinggi.

Sebanyak 70,4% responden memilih paket internet dengan harga sedang dan jaringan yang cukup stabil. Angka ini masih menjadi yang tertinggi meski turun dari 73% pada 2025.

Sementara itu, hanya 15,6% responden yang memilih paket lebih mahal dengan jaringan lebih cepat. Adapun yang memilih paket murah dengan jaringan lebih lambat mencapai 6,6%, sedangkan 4,8% memilih layanan gratis dengan fitur terbatas.

Faktor kecepatan dan kestabilan jaringan juga menjadi aspek utama yang memengaruhi tingkat kepuasan pengguna internet, dengan porsi mencapai 50,7%.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia cenderung tetap konsisten memilih paket internet pada rentang harga menengah. Di saat yang sama, pengguna lebih mengutamakan koneksi yang stabil dibandingkan sekadar mencari tarif paling murah atau kecepatan internet tertinggi.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...