Eks Karyawan Bobol Jaringan Apple Sebelum Pindah ke OpenAI
Hubungan antara dua raksasa teknologi, Apple dan OpenAI mendadak memanas. Apple secara mengejutkan melayangkan gugatan hukum terhadap OpenAI atas dugaan pencurian rahasia dagang.
Gugatan ini dipicu oleh aksi seorang mantan karyawan Apple yang diduga membobol jaringan perusahaan untuk mengunduh file rahasia, tepat sebelum ia pindah bekerja ke OpenAI.
Mengutip TechCrunch, Senin (13/7), dalam dokumen gugatannya, Apple mengungkapkan pelaku merupakan seorang mantan insinyur listrik sistem bernama Chang Liu. Beberapa minggu setelah keluar dari Apple untuk bergabung dengan OpenAI, Liu diduga menyedot banyak file sensitif dari folder jaringan bersama milik perusahaan.
Aksi pembobolan ini tergolong rapi karena memanfaatkan metode yang sangat spesifik. Apple menyebut Liu mengeksploitasi celah keamanan otentikasi langka yang sebelumnya tidak diketahui, atau yang dikenal dalam dunia keamanan siber sebagai kerentanan zero-day. Karena itu, Apple tidak memiliki waktu untuk mendeteksi atau memperbaiki bug tersebut sebelum eksploitasi terjadi.
Apple memastikan celah keamanan itu kini telah ditutup dan akses Liu langsung dihentikan setelah sistem mendeteksi adanya pelanggaran keamanan. Berdasarkan pemeriksaan log server, Apple mengeklaim bahwa meskipun celah tersebut berpotensi diakses oleh beberapa orang lain, hanya Liu yang terbukti mengeksploitasinya untuk mencuri data setelah statusnya bukan lagi karyawan.
Kasus ini menjadi sorotan tajam di industri teknologi karena menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi perusahaan dalam melindungi data sensitif dari ancaman orang dalam. Umumnya, perusahaan akan langsung memutus seluruh akses data begitu seorang staf memutuskan keluar. Namun, kegagalan dalam menonaktifkan akun secara menyeluruh atau adanya celah sistem yang tidak terduga seperti dalam kasus Apple ini bisa berakibat fatal.
Hingga saat ini, Juru Bicara Apple belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai detail teknis kerentanan tersebut maupun waktu pasti penonaktifan kredensial Liu. Pihak OpenAI juga belum memberikan komentar resmi terkait gugatan pencurian rahasia dagang yang menyeret nama karyawan barunya ini.
Kebocoran Data Masif di Sektor Lain
Kerentanan sistem keamanan dan kegagalan proteksi kredensial tidak hanya menimpa raksasa teknologi seperti Apple. Di sektor finansial dan asuransi, ancaman kebocoran data juga berada pada level yang mengkhawatirkan.
Baru-baru ini, penyedia asuransi mobil dan sewa terkemuka asal AS, AssuranceAmerica, mengonfirmasi adanya pelanggaran data masif yang berdampak pada 6,9 juta orang. Insiden ini tercatat sebagai kebocoran informasi Surat Izin Mengemudi (SIM) terbesar di Amerika Serikat sepanjang tahun ini.
Dalam investigasi yang diselesaikan pada 15 Juni 2026, AssuranceAmerica mendeteksi adanya peretas yang menyusup ke sistem komputer mereka sejak 17 Maret.
Akibatnya, data sensitif seperti nama pelanggan, informasi kontak, nomor SIM, hingga detail polis, data kendaraan, dan riwayat klaim asuransi berhasil dicuri. Kasus ini menjadi alarm keras bagi industri global, mengingat data seperti nomor SIM sangat rawan disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk aksi penipuan dan peniruan identitas.
