Akun Instagram Sudah Di-private, Kenapa Data Pribadi Masih Bisa Dilacak?

Rahayu Subekti
11 September 2026, 17:50
 instagram , data bocor,
Istimewa
Ilustrasi instagram
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Akun Instagram maupun media sosial lainnya, sekalipun sudah di-private, belum tentu membuat data pribadi sepenuhnya aman. Jejak digital seseorang masih dapat ditelusuri melalui komentar, unggahan orang lain, tag, hingga akun keluarga dan teman yang bersifat publik.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) Jakarta melalui akun Instagram resminya @usembassyjkt dalam unggahan mengenai keamanan siber.

“Kadang, potongan kecil informasi yang kamu share online bisa dirangkai jadi gambaran yang cukup lengkap tentang dirimu, bahkan tanpa kamu sadari. Jadi, sebelum upload, comment, atau share sesuatu, coba pikir lagi: Info ini aman nggak, ya?” tulis Kedutaan Besar AS dalam unggahan itu, dikutip Jumat (11/9).

Dalam unggahan tersebut, Kedubes AS memperlihatkan simulasi bagaimana identitas seseorang dapat ditelusuri meski akun Instagram sudah dibuat private dan tidak memiliki unggahan yang bisa dilihat publik.

Dalam simulasi itu, seseorang hanya menggunakan foto profil kucing dan menyembunyikan informasi di profilnya. Namun, penelusuran kemudian dilakukan melalui aktivitas pengguna tersebut di akun orang lain.

Jejak bermula dari sebuah komentar mengenai kegiatan lari. Dari komentar tersebut, penelusur kemudian menemukan unggahan lama orang lain tentang lomba lari 10 kilometer. Di bagian komentar, terdapat informasi mengenai kota asal pengguna tersebut.

Informasi itu kemudian dicocokkan dengan unggahan publik lainnya hingga ditemukan sekolah yang pernah dihadiri. Penelusuran juga dilakukan melalui akun Facebook milik ibu pengguna yang masih bersifat publik.

Dari foto keluarga yang diunggah sang ibu, termasuk foto Lebaran dan pernikahan, penelusur akhirnya menemukan informasi lokasi yang semakin memperkuat identitas dan tempat tinggal pengguna tersebut.

Dengan demikian, meski akun Instagram pengguna tersebut bersifat private dan tidak pernah mengunggah konten publik, informasi tentang dirinya tetap dapat dikumpulkan dari berbagai sumber.

Akun Private Bukan Berarti Jejak Digital Hilang

Peringatan serupa disampaikan National Cybersecurity Alliance (NCA) melalui artikel Share with Care: Staying Safe on Social Media. NCA mengatakan pengguna perlu berhati-hati dengan jumlah informasi pribadi yang dibagikan di media sosial.

“Semakin banyak informasi yang anda unggah, semakin mudah bagi peretas atau pihak lain untuk menggunakan informasi tersebut guna mencuri identitas anda, mengakses data anda, atau melakukan tindak kejahatan lain seperti penguntitan,” demikan tulis NCA.

NCA juga mengingatkan bahwa pengguna perlu memperhatikan siapa saja yang dapat melihat aktivitas di media sosial. Pengaturan privasi memang dapat membatasi siapa yang dapat melihat atau berinteraksi dengan unggahan, tetapi bukan berarti seluruh jejak digital seseorang otomatis tertutup.

Masalah lainnya adalah informasi seseorang tidak hanya berada di akun miliknya sendiri. Teman, keluarga, rekan kerja, atau orang lain dapat mengunggah foto, menuliskan nama, memberikan tag, maupun membagikan informasi lokasi yang kemudian dapat dikaitkan dengan identitas seseorang.

Inilah yang membuat informasi yang tampaknya tidak penting jika berdiri sendiri dapat menjadi signifikan ketika digabungkan dengan informasi lainnya.

Misalnya, satu komentar dapat menunjukkan komunitas atau kegiatan yang diikuti seseorang. Unggahan teman dapat menunjukkan kota tempat tinggal. Foto keluarga dapat menunjukkan hubungan kekerabatan.

Sementara unggahan lama dapat memberikan petunjuk mengenai sekolah, tempat kerja, atau lokasi yang sering dikunjungi.

Risiko tidak berhenti pada informasi yang masih tersedia di internet. NCA mengingatkan bahwa konten yang pernah diunggah dapat tetap beredar meski pengguna menghapusnya.

Karena itu, menghapus sebuah unggahan setelah dipublikasikan tidak selalu berarti informasi tersebut benar-benar hilang dari internet.

Sulit Mengontrol Siapa yang Melihat Unggahan

Peringatan yang sama juga disampaikan Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat melalui materi edukasi Heads Up: Stop. Think. Connect.

"Mustahil untuk sepenuhnya mengontrol siapa yang melihat profil, foto, video, atau pesan anda,” tulis FTC.

FTC menjelaskan bahwa kondisi tersebut tetap berlaku meskipun pengguna telah menggunakan pengaturan privasi atau aplikasi yang secara otomatis menghapus konten setelah dilihat atau dalam waktu tertentu. Sebab, seseorang yang telah melihat unggahan masih dapat mengambil screenshot maupun merekam konten tersebut.

FTC juga mengingatkan bahwa foto, video, dan pesan yang dibagikan secara online memiliki konsekuensi di dunia nyata. Hal ini karena dapat memengaruhi privasi maupun reputasi seseorang, baik saat ini maupun di masa mendatang.

Karena itu, membuat akun Instagram menjadi private sebaiknya tidak dipahami sebagai satu-satunya langkah untuk melindungi data pribadi.

NCA menyarankan pengguna untuk rutin memeriksa pengaturan privasi dan memperhatikan izin yang diberikan kepada aplikasi, termasuk akses terhadap kamera, mikrofon, lokasi, dan kontak.

FTC juga menyarankan pengguna menggunakan pengaturan privasi, memperhatikan fitur berbagi lokasi, serta membatasi koneksi online dengan orang yang benar-benar dikenal.

Lalu yang tidak kalah penting, yakni memperhatikan informasi yang dibagikan oleh orang lain tentang diri kita. Sebab, dalam ekosistem media sosial, keamanan data pribadi tidak hanya bergantung pada apa yang seseorang unggah di akunnya sendiri.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...