BDx Bangun Pusat Data AI dengan Kapasitas 640 MW di Purwakarta

Image title
29 September 2026, 10:06
pusat data, BDx, Purwakarta, Jatiluhur
TheDigitalArtist-pixabay.com
Ilustrasi pusat data.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Operator pusat data asal Singapura, BDx Data Centers, telah memulai pembangunan kompleks pusat data berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berkapasitas 640 megawatt (MW) di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. 

Fasilitas bernama CGK4 itu dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas komputasi yang terus meningkat seiring ekspansi teknologi AI, layanan komputasi awan (cloud), dan berbagai aplikasi yang membutuhkan pengolahan data dalam jumlah besar.

Berdasarkan informasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, pemilihan Jatiluhur sebagai lokasi pusat data didasarkan pada kondisi geografis yang dinilai relatif aman dari potensi bencana alam, seperti banjir, longsor, dan gempa bumi. Wilayah tersebut juga dinilai memiliki akses pasokan listrik dan air bersih yang memadai.

Pembangunan hingga operasional fasilitas diperkirakan menyerap 2.000–3.000 tenaga kerja.

Menurut laporan Asia Business Outlook, CEO BDx Indonesia Agus Hartono Wijaya mengatakan, kehadiran kompleks pusat data tersebut akan memungkinkan perusahaan, instansi pemerintah, dan pengembang menjalankan beban kerja AI tingkat lanjut di dalam negeri.

Ketersediaan kapasitas komputasi lokal juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan organisasi yang memerlukan infrastruktur di Indonesia untuk menjalankan operasionalnya.

Setelah rampung, CGK4 akan memiliki kapasitas teknologi informasi (TI) sebesar 640 MW yang tersebar di enam gedung. BDx berencana membangun seluruh kompleks tersebut dalam tiga tahun ke depan.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dimuat di laman Polres Purwakarta, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai pembangunan pusat data BDx memiliki nilai strategis bagi masa depan transformasi digital Indonesia.

Menurut Dedi, pusat data tersebut diharapkan dapat menjadi lokasi penyimpanan dan pencadangan (backup) data berbagai lembaga sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia, yang selama ini masih bergantung pada pusat data di luar negeri.

Dedi juga berharap kepemilikan saham nasional dalam pengembangan BDx terus meningkat sehingga manfaat ekonomi dari proyek tersebut dapat semakin dirasakan masyarakat Indonesia.

Gedung Pertama Beroperasi pada 2027

 Pembangunan gedung pertama CGK4 saat ini tengah berlangsung. Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas teknologi informasi (TI) hingga 120 MW dan ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.

Untuk mendukung operasional kompleks pusat data tersebut, BDx telah memperoleh kapasitas daya listrik sebesar 845 megavolt-ampere (MVA) dari PT PLN (Persero).

Fasilitas CGK4 dirancang untuk menangani kebutuhan daya dan pendinginan yang tinggi dari beban kerja AI. BDx berencana menggunakan teknologi pendinginan cair langsung ke cip (direct-to-chip liquid cooling), yang dapat membuang panas dari perangkat komputasi berkinerja tinggi secara lebih efisien dibandingkan sistem pendinginan udara konvensional.

Sistem pendingin tersebut akan mendukung rak server dengan kebutuhan daya hingga 500 kilowatt.

Jajaki Pasokan Listrik dari PLTA

Pusat data ini berlokasi sekitar lima kilometer dari Bendungan Jatiluhur dan berjarak sekitar dua jam perjalanan dari Jakarta. BDx juga tengah menjajaki potensi kerja sama penyediaan listrik tenaga air dengan Perum Jasa Tirta II.

Ketersediaan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan pusat data AI. Pasalnya, beban kerja AI membutuhkan daya yang besar, sementara fasilitas pusat data berskala besar harus menjaga keandalan pasokan listrik untuk mendukung operasional perangkat komputasi selama 24 jam.

Perusahaan menyatakan tiga kompleks pusat data AI miliknya di Tanah Air telah mengamankan kapasitas daya dari jaringan listrik lebih dari 1,2 gigavolt-ampere (GVA). Selain CGK4 di Jatiluhur, dua lokasi lainnya adalah CGK3/3A di Jakarta dan CGK5 di Suryacipta, Jawa Barat.

Fasilitas-fasilitas tersebut dikembangkan untuk melayani kebutuhan perusahaan, penyedia layanan cloud, perusahaan hyperscaler, serta pelaku usaha yang membutuhkan infrastruktur untuk menjalankan aplikasi AI.

Ekspansi BDx di Indonesia juga didukung fasilitas pinjaman senilai US$320 juta (Rp 5,76 triliun, kurs Rp18.000/US$) yang diperoleh pada April 2026. Pendanaan tersebut digunakan untuk mengembangkan pusat data yang siap mendukung kebutuhan AI dan memperluas kapasitas jaringan listrik tegangan tinggi di seluruh operasional perusahaan di Indonesia.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...