Danantara mengingatkan investasi infrastruktur AI, termasuk data center, di Indonesia harus mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial agar pembangunan berjalan berkelanjutan.
Dalam Climate Week di New York pada Senin (28/9), Menteri Iklim Turki Murat Kurum mengatakan, COP31 akan banyak membahas kekhawatiran terhadap perkembangan AI dan peningkatan konsumsi energinya.
CEO BDx Indonesia Agus Hartono Wijaya mengatakan, kompleks pusat data itu akan memungkinkan perusahaan, instansi pemerintah, dan pengembang menjalankan beban kerja AI tingkat lanjut di dalam negeri.
Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Pemerintah Kota Batam mengestimasi kapasitas produksi air dari fasilitas desalinasi bisa mencapai 750 liter per detik, lalu meningkat jadi 1.000 liter per detik.
Pusat data untuk teknologi AI generatif ternyata menyimpan dampak lingkungan berupa konsumsi air tawar yang sangat besar untuk proses pendinginan mesin.
Pusat data ini merupakan bagian dari Project Clover, proyek senilai 12 miliar euro atau Rp 245,17 triliun yang dijalankan TikTok untuk memperkuat keamanan data pengguna di Uni Eropa.
Indonesia menjadi magnet investasi data center untuk AI dengan empat pemain global merencanakan pengembangan kapasitas gabungan hingga 2.170 MW, menggeser tren industri.
Ekspansi Data Center di Indonesia diperkirakan membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 2.000 MW, yang menjadi tantangan utama bagi investasi dan pertumbuhan sektor ini ke depan.
Industri Data Center Indonesia menghadapi tuntutan baru dari investor global untuk menggunakan energi terbarukan dalam Request for Proposal (RFP), yang memicu lonjakan permintaan REC.