KDM Setop Proyek Data Center BDx di Jatiluhur, Konsumsi Air Jadi Sorotan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), menghentikan sementara pembangunan pusat data berbasis akal imitasi (AI) milik BDx Data Centers di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Penghentian proyek senilai Rp 3,5 triliun itu dilakukan karena dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) belum terbit.
Selain persoalan perizinan, konsumsi air untuk operasional pusat data tersebut menjadi sorotan. Data teknis mencatat kebutuhan air data center BDx diproyeksikan mencapai 384 liter per detik atau setara 33.000 meter kubik per hari ketika beroperasi pada kapasitas penuh.
Dedi Mulyadi mengatakan penghentian sementara proyek data center di Jatiluhur itu bukan disebabkan hambatan birokrasi pemerintah daerah, melainkan keterlambatan konsultan dalam menyerahkan data perizinan.
"Ketika saya tanya kemarin, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) belum keluar. Amdalnya sudah keluar belum? Belum. Ya saya bilang jangan dulu dilaksanakan (pembangunan). Kan izinnya tidak keluar. Kesalahannya di mana? Di Pemda Purwakarta? Bukan. Kesalahannya adalah konsultannya, sampai ketika saya datang belum memasukkan data," kata KDM dikutip dari Antara.
Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pembangunan pada Senin (28/9). Ia menegaskan konstruksi harus dihentikan sementara hingga seluruh persyaratan perizinan dipenuhi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Mas Adi Komar mengonfirmasi bahwa Amdal dan PBG proyek tersebut masih dalam proses. Informasi itu diperoleh dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta yang melakukan klarifikasi di lapangan.
"Proses perizinan yang dikeluarkan oleh Purwakarta, disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta bahwa perizinannya, AMDAL dan PBG-nya, masih dalam proses. Kang Dedi Mulyadi melihat langsung ke lapangan dan menghentikan sementara pengerjaan proyeknya sampai dengan izinnya dikeluarkan," kata Adi Komar.
Konsumsi Air Data Center BDx Jadi Sorotan
Berdasarkan data teknis yang disampaikan dalam laporan Antara, pusat data AI BDx diproyeksikan membutuhkan air hingga 384 liter per detik atau sekitar 33.000 meter kubik per hari ketika beroperasi pada kapasitas penuh.
Sementara itu, kebutuhan air pada tahap awal pembangunan tercatat mencapai 6.000 meter kubik per hari.
Besarnya kebutuhan air tersebut memicu kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan air bagi masyarakat dan petani di sekitar kawasan Jatiluhur. Selain konsumsi air, proyek tersebut juga memunculkan keresahan publik terkait potensi kebisingan dari pembangunan dan operasional pusat data.
Menanggapi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta konsultan proyek membuka hasil kajian teknis secara transparan kepada publik. Pemerintah juga meminta koordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) II dan PDAM Purwakarta untuk memastikan kebutuhan air proyek tidak mengganggu pasokan bagi warga maupun sektor pertanian.
Dedi menegaskan penghentian sementara proyek merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan dan melindungi hak warga lokal atas akses air bersih.
"Bagi saya pribadi, kalau secara objektif Amdal lulus, ya saya tidak ada masalah untuk dilaksanakan. Kalau menurut Amdalnya tidak boleh, ya saya tidak ada masalah juga dihentikan. Tapi satu catatan, warga Purwakarta yang berkorban untuk kepentingan Jatiluhur harus mendapat akses air. Tidak boleh terganggu," ujarnya.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, Pemprov Jawa Barat juga melibatkan akademisi dari Universitas Indonesia (UI) guna memberikan kajian dan masukan independen mengenai kelayakan dampak lingkungan proyek tersebut.
Dedi Mulyadi Sebut Pasokan Air Waduk Jatiluhur Masih Tersedia
Di tengah kekhawatiran mengenai kebutuhan air pusat data, Dedi menyatakan kapasitas pasokan air Waduk Jatiluhur dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan operasional BDx tanpa mengganggu kuota masyarakat.
Ia menjelaskan, PDAM Kabupaten Purwakarta memiliki alokasi resmi air dari Waduk Jatiluhur sebesar 3.000 liter per detik. Namun, menurut Dedi, selama puluhan tahun pemanfaatannya baru mencapai sekitar 380 liter per detik atau sekitar 11% dari total alokasi.
"Kalau dari jatah yang diberikan dari 100 persen baru dipakai 11 persen, berarti ada 89 persen air yang tidak dimanfaatkan oleh PDAM. Sekarang dipakai lagi sebanyak 14% oleh perusahaan. Masih kurang apa nyisa? Nyisa. Sederhana," ujar KDM.
Meski menyatakan pasokan air secara teknis masih tersedia, KDM tetap menekankan pentingnya kajian objektif mengenai dampak lingkungan sebelum pembangunan dilanjutkan.
Ia juga mengatakan inspeksi ke lokasi bertujuan memastikan investasi bernilai triliunan rupiah tersebut dibangun di lahan yang bebas dari ancaman bencana, seperti banjir, gempa bumi, dan erupsi gunung berapi. Kesiapan pasokan listrik dan air juga menjadi bagian dari pemeriksaan tersebut.
Proyek BDx Data Centers itu direncanakan memiliki kapasitas daya listrik hingga 640 megawatt (MW) di atas lahan seluas 8.000 meter persegi.
Pemkab Purwakarta Tunggu Kajian Amdal BDx
Sebelumnya, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein juga menegaskan bahwa pembangunan pusat data AI BDx di Jatiluhur harus memenuhi seluruh persyaratan sebelum pengerjaan dapat dilanjutkan.
"Amdalnya urusin dulu. Setelah amdalnya diurusin, PBG-nya urusin," kata Saepul di Purwakarta, Kamis.
Menurut dia, dokumen Amdal perlu dikaji untuk memastikan dampak pembangunan dan operasional pusat data terhadap lingkungan. Pemerintah Kabupaten Purwakarta saat ini masih menunggu konsultan Amdal dari pihak BDx untuk melakukan pembahasan dokumen tersebut.
Selain Amdal, pembangunan pusat data membutuhkan PBG. Selama kedua dokumen itu belum tersedia, proyek belum dapat dilanjutkan.
Amdal merupakan kajian mengenai dampak penting suatu rencana usaha atau kegiatan terhadap lingkungan hidup yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Kajian ini menjadi salah satu dasar untuk menilai kelayakan lingkungan suatu proyek sebelum izin diterbitkan.
Adapun seremoni peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek AI Campus 2 (CGK4) milik BDx Data Centers dilaksanakan pada Selasa (22/9). Proyek senilai Rp 3,5 triliun tersebut dihadiri Dedi Mulyadi dan Saepul Bahri Binzein.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan tidak akan menghambat investasi infrastruktur digital berskala besar. Namun, pihak konsultan dan manajemen BDx Data Centers tetap diwajibkan menyelesaikan seluruh persyaratan perizinan sesuai ketentuan sebelum kegiatan konstruksi dapat dilanjutkan.
Dengan demikian, kelanjutan proyek data center AI di Jatiluhur itu bergantung pada pemenuhan persyaratan perizinan, hasil kajian dampak lingkungan, serta kepastian bahwa kebutuhan air untuk operasionalnya tidak mengganggu akses masyarakat dan petani di kawasan Jatiluhur.
