Warga Sambau Protes Krisis Air di Depan Fasilitas Data Center, Ini Kata BP Batam
Puluhan warga Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, yang didominasi ibu rumah tangga, menggelar aksi protes di depan fasilitas data center Nongsa Digital Park (NDP), Senin (5/10). Aksi tersebut dipicu terhentinya pasokan air bersih ke permukiman warga yang disebut telah berlangsung lebih dari satu pekan.
Dalam aksi yang terekam dan beredar di media sosial, warga membawa sejumlah peralatan rumah tangga dan memukulnya secara berirama sambil meneriakkan tuntutan agar pasokan air kembali mengalir. Mereka juga mempertanyakan kebutuhan air untuk operasional fasilitas data center alias pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) yang berada di kawasan NDP.
Warga menduga aktivitas fasilitas tersebut berkaitan dengan terganggunya pasokan air ke permukiman. Namun, hingga kini belum terdapat keterangan yang memastikan bahwa penggunaan air oleh data center menjadi penyebab matinya aliran air warga.
Terpisah, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menyatakan persoalan pasokan air di wilayah Nongsa berkaitan dengan kondisi sumber air baku yang terdampak rendahnya curah hujan. BP Batam saat ini menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga pelayanan air bagi masyarakat.
“Memang kondisi sumber air baku Nongsa saat ini perlu kita sikapi bersama. Kondisi cuaca dan curah hujan yang relatif rendah turut memengaruhi ketersediaan air baku,” kata Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, dalam pernyataan resmi, dikutip, Selasa (6/10).
Kondisi tersebut, kata Denny, tidak terlepas dari faktor cuaca. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga awal Oktober 2026, fenomena El Nino berada pada kategori sangat kuat. Kondisi ini berpengaruh terhadap pembentukan awan hujan di Indonesia dan meningkatkan risiko kekeringan meteorologis.
Di Batam, Waduk Nongsa menjadi salah satu sumber air yang terdampak minimnya curah hujan selama musim kemarau hingga Dasarian I Oktober 2026.
“Memang kondisi sekarang ini bukan hanya di Batam, tapi di seluruh Indonesia, ada gejala El Nino yang sangat kuat sehingga mengakibatkan banyak kekeringan meteorologis,” kata Denny.
Selain faktor cuaca, BP Batam juga menyoroti aktivitas perambahan dan penambangan pasir di kawasan tangkapan air. Aktivitas tersebut dinilai dapat mengurangi kemampuan lahan menyerap air sehingga memengaruhi jumlah air yang tersimpan dan kemudian mengalir menuju waduk.
BP Batam mengimbau masyarakat yang aliran airnya masih terpenuhi untuk menggunakan air secara bijak, menghindari pemakaian berlebihan, mengatur penggunaan pada jam puncak, serta menyiapkan cadangan air secukupnya.
Industri Data Center di Batam
Di tengah persoalan pasokan air tersebut, pengembangan industri data center di Batam juga tengah menjadi bagian dari agenda investasi daerah.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, sebelumnya menghadiri Tech Week Singapore 2026 di Marina Bay Sands, Singapura, Rabu (30/9). Dalam kegiatan tersebut, ia menegaskan pengembangan Batam sebagai kawasan industri data center tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas, tetapi juga pada kesiapan ekosistem pendukungnya.
Menurut Li Claudia, pengembangan industri data center perlu berjalan secara bertahap dan terintegrasi agar memberikan kepastian bagi investor sekaligus manfaat bagi perekonomian daerah.
“Pengembangan Batam hari ini tidak hanya berbicara tentang pembangunan data center, tetapi bagaimana membangun ekosistem yang dapat mendukung industri tersebut dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga menyebut BP Batam perlu mempelajari konsep Data Centre for AI serta kebutuhan infrastruktur pendukungnya. Ini agar transformasi digital di Batam dapat berkembang dan memberikan multiplier effect terhadap ekonomi daerah.
“Pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat. Dan kami ingin memastikan bahwa pelaksanaannya pun harus saling memberi manfaat terhadap ekonomi daerah,” kata Li Claudia.
Sebagai informasi, Batam menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi fasilitas data center terbesar di Indonesia. Dari persebaran fasilitas data center yang tercatat di 32 kota, Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah fasilitas terbanyak, disusul Batam dengan 20 fasilitas, dan Surabaya dengan sembilan fasilitas.
