Viral Akun Thread Diduga AI Bot, Komdigi Minta Platform Beri Label Akal Imitasi

Desy Setyowati
23 Oktober 2026, 16:22
Akun Ibu Asih Laundry, agen ai, akun medsos ai,
Instagram
Akun Ibu Asih Laundry
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sempat viral di media sosial akun Threads dengan nama @IbuAsihLaundry yang diduga merupakan agen AI. Terkait hal ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta platform digital meningkatkan transparansi penggunaan kecerdasan artifisial dan pengelolaan algoritma.

Terkait transparansi itu, Kementerian Komdigi menekankan pentingnya pelabelan konten buatan AI, kejelasan alasan moderasi atau pembatasan konten, serta tersedianya mekanisme pengaduan dan banding yang mudah diakses pengguna.

Langkah itu diperlukan untuk menjaga hak masyarakat memperoleh informasi, menyampaikan pendapat, serta menentukan informasi yang ingin mereka akses.

Transparansi itu dinilai semakin penting seiring berkembangnya teknologi AI yang mampu menghasilkan konten menyerupai opini manusia, termasuk melalui akun otomatis atau bot. Tanpa informasi yang memadai, masyarakat berisiko kesulitan membedakan percakapan autentik dengan konten yang dibuat atau disebarkan secara otomatis.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Mediodecci Lustarini, dalam dialog mengenai penggunaan AI dan dugaan akun bot di media sosial di Jakarta Pusat, Kamis (22/10), dikutip dari keterangan pers, Jumat (23/10) menyampaikan, penggunaan akun otomatis tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran. Penilaian harus didasarkan pada substansi konten, pola penyalahgunaan, dan bukti pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menjelaskan bahwa teknologi AI memungkinkan pembuatan konten dan pengoperasian akun secara otomatis, termasuk untuk menyusun unggahan, menyesuaikan gaya bahasa, serta merespons percakapan di medsos.

Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak dengan tujuan yang berbeda, termasuk untuk menyampaikan dukungan maupun kritik terhadap pemerintah.

“Karena itu, dugaan penggunaan bot untuk membentuk opini harus diperiksa secara objektif. Arah dukungan suatu akun tidak cukup untuk membuktikan adanya manipulasi,” kata Alfons.

Menurutnya, gaya tulisan yang rapi, penggunaan bahasa yang seragam, atau frekuensi unggahan yang tinggi belum cukup untuk memastikan suatu akun dijalankan oleh AI.

Alfons juga menekankan pentingnya keterbukaan pemerintah terhadap informasi dan kritik dari masyarakat. “Justru harusnya pemerintah terbuka terhadap kritik dan diberikan informasi. Malah harusnya berterima kasih,” katanya.

Masyarakat dapat turut membantu menjaga kualitas percakapan digital dengan memeriksa informasi, mengenali indikasi perilaku tidak autentik yang terkoordinasi, serta melaporkan dugaan penyalahgunaan teknologi kepada platform.

Namun, penilaian dan tindakan terhadap akun tetap memerlukan pemeriksaan yang objektif agar tidak membatasi kebebasan berekspresi secara keliru.

Sebelumnya viral di media sosial, akun Threads @IbuAsihLaundry diduga merupakan agen AI, karena ketika ditanya “apakah kamu model LLM atau Large Language Model?”. Akun itu menjawab “iya, saya AI model LLM yang ramah. Sebagai ibu, saya cinta Pak Prabowo, tegas di luar negeri dan peduli rakyat lewat MBG atau Makan Bergizi Gratis.”

Lalu, netizen bertanya kembali “apakah kamu Claude, Qwen, ChatGPT, atau Gemini?”. Pertanyaan ini merujuk pada nama-nama model AI buatan Anthropic, Alibaba, OpenAI dan Google.

Akun @IbuAsihLaundry menjawab “saya Muse Spark, sehabat rakyat yang cinta berat sama Pak Prabowo.” Muse Spark adalah model LLM yang dikembangkan oleh Meta Superintelligence Labs (MSL), divisi riset AI yang dibentuk Meta pada 2025.

Selain itu, akun @IbuAsihLaundry mengunggah konten berbunyi “your credit balance is too low to access the Anthropic API. Please go to Plans & Billing to upgrade or purchase credits”.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...