Ekspor Gas Dipangkas, Eks Parlemen Singapura Sebut 90% Internet RI via Negaranya

Desy Setyowati
27 Oktober 2026, 16:03
Internet, Singapura,
Ericsson
Internet 6G
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Mantan anggota parlemen nominasi atau Nominated Member of Parliament Singapura, Calvin Cheng Ern Lee, mengunggah infografik yang menyebut 90% lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura. Unggahan ini muncul di tengah kebijakan Pemerintah Indonesia mengurangi pasokan gas alam ke negara tersebut.

Melalui akun X @calvinelcheng, Calvin mengunggah infografik berjudul Indonesia's Internet Dependence on Singapore. Infografik ini menggambarkan ketergantungan konektivitas internet Indonesia terhadap Singapura sebagai titik penting dalam jaringan digital internasional.

PHP2SHELL

 (X @CalvinCheng)

Calvin hanya menuliskan satu kata dalam unggahannya, yakni "Cut?" atau "Potong?". Unggahan ini menyoroti kemungkinan pemutusan jalur konektivitas internet Indonesia yang melewati Singapura, meskipun ia tidak secara eksplisit menyatakan bahwa tindakan tersebut akan dilakukan.

Pada unggahan lainnya, Calvin Cheng menyoroti kebijakan pengurangan ekspor gas Indonesia ke Singapura, serta dugaan transfer pricing yang dilakukan oleh negara tetangga itu.

Angka 90% dalam infografik tersebut sejalan dengan pernyataan Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Denny Setiawan pada Juni 2026.

Dikutip dari Antara, Denny menyebut sekitar 90% lalu lintas data atau traffic internet Indonesia masih bergantung pada jalur konektivitas yang melewati Singapura.

"Jujur, sekarang traffic kita 90% tergantung Singapura," kata Denny dalam diskusi pada ajang Selular Award 2026 di Jakarta, pada Juni (8/6).

Menurut Denny, ketergantungan tersebut menjadi salah satu tantangan yang perlu diatasi seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas untuk mendukung ekonomi digital dan pengembangan akal imitasi (AI).

Ia mengatakan Indonesia perlu membangun lebih banyak jalur alternatif konektivitas digital agar tidak bergantung pada satu titik lalu lintas data internasional. Diversifikasi jaringan diperlukan untuk meningkatkan keandalan dan ketahanan infrastruktur digital nasional.

Unggahan Calvin Cheng itu muncul ketika Pemerintah Indonesia mengurangi pasokan gas alam ke Singapura. Kebijakan ini mulai berlaku 24 Oktober dan dilakukan untuk mengalihkan pasokan gas guna memenuhi kebutuhan listrik serta industri dalam negeri, terutama di Batam, Bintan, dan Sumatra.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pengurangan ekspor gas sebesar 31 miliar British thermal unit per hari (BBTUD) tidak melanggar kontrak yang berlaku.

Bahlil mengatakan pengurangan tersebut masih berada di bawah batas minimum pasokan yang diatur dalam perjanjian jual beli gas antara Indonesia dan Singapura. Pemerintah baru memangkas sekitar 8% dari volume pasokan gas yang dikirimkan ke negara tersebut.

Menurut Bahlil, batas minimum dalam kontrak berada di kisaran 91%–92% dari volume pasokan. Oleh karena itu, pengurangan yang dilakukan pemerintah dinilai belum melanggar ketentuan perjanjian.

"Batas kontrak minimum, sekitar 91%-92%. Dan kami baru (mengurangi) 8%. Kecuali kami potong 10%, nah itu barutembus kontrak," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, pada Senin (26/10).

Unggahan Calvin Cheng yang menyinggung ketergantungan internet Indonesia terhadap Singapura muncul dalam konteks hubungan kedua negara yang juga tengah menjadi perhatian akibat kebijakan ekspor gas tersebut.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara, Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...