Situs Web Bank Rakyat Malaysia Gangguan, Diduga Serangan Hacker

Desy Setyowati
7 November 2026, 12:15
Bank Rakyat Malaysia, hacker,
Bank Rakyat Malaysia
Bank Rakyat Malaysia
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Situs web Bank Rakyat Malaysia mengalami gangguan setelah sejumlah laman perbankannya dirusak dalam dugaan serangan oleh peretasan (hacker) pada Jumat malam (6/11). Halaman yang terdampak termasuk laman login layanan perbankan online iRakyat.

Mengutip Lowyat.net, Bank Rakyat Malaysia menonaktifkan akses ke sebagian besar situs webnya setelah insiden tersebut. Bank kemudian mengunggah pemberitahuan melalui saluran media sosialnya sesaat sebelum tengah malam, setelah situs-situs yang dirusak dinonaktifkan.

Namun, Bank Rakyat Malaysia belum secara resmi mengonfirmasi insiden tersebut sebagai serangan siber. Bank juga belum mengungkapkan apakah ada data nasabah yang berhasil diakses atau dicuri oleh pelaku.

Aksi perusakan situs atau website defacement tersebut diklaim oleh pelaku ancaman siber yang menggunakan nama MARLANWG. Pelaku yang sama sebelumnya mengklaim menawarkan akses webshell ke basis data MySQL produksi milik Departemen Bea Cukai Kerajaan Malaysia.

Dikutip dari Lowyat.net, sejumlah laman perbankan online Bank Rakyat tampaknya ikut terdampak. Perusakan bahkan ditemukan pada beberapa nama domain milik bank tersebut.

Meski situs-situs yang terdampak telah dinonaktifkan dan dipulihkan, hasil pencarian Google masih menampilkan sejumlah halaman yang sebelumnya telah dirusak.

Bank Rakyat Malaysia belum memberikan keterangan terbuka mengenai dugaan intrusi tersebut maupun potensi kompromi data nasabah.

Malaysia sebelumnya telah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman serangan siber. Agensi Keamanan Siber Nasional Malaysia (Nasca) menaikkan status National Cyber Security Threat Level (NCTL) dari level rendah (low) menjadi menengah (medium) pada Rabu (4/11).

Dewan Keamanan Nasional (NSC) Malaysia menyatakan peningkatan status tersebut merupakan langkah pencegahan di tengah perkembangan situasi keamanan untuk melindungi kepentingan nasional.

NSC juga menyebut Nasca telah menggelar pertemuan dengan pimpinan berbagai sektor dan lembaga yang tergabung dalam Infrastruktur Informasi Kritis Nasional (NCII). Pertemuan tersebut menghasilkan sembilan langkah kesiapan keamanan siber yang harus diterapkan seluruh lembaga NCII.

Langkah-langkah tersebut mencakup pemantauan keamanan selama 24 jam, pembaruan sistem atau system patching, penerapan autentikasi multifaktor (MFA), serta pembaruan rencana keberlangsungan layanan (Service Continuity Plans).

Selain itu, Kepala Sektor NCII diwajibkan melaporkan perkembangan status ancaman siber setiap pekan kepada Nasca. Selama Oktober 2026, Pusat Koordinasi dan Pengendalian Siber Nasional (NC4) juga telah mengeluarkan delapan peringatan dan imbauan terkait kerentanan lembaga NCII dan pemerintahan.

Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) turut mengimbau pelaku industri lintas sektor, mulai dari telekomunikasi, penyiaran, hingga layanan pengiriman, untuk memperkuat keamanan digital.

MCMC meminta perusahaan meninjau kesiapan keamanan, menilai potensi risiko dan kerentanan, serta memperkuat langkah pencegahan dan deteksi agar dapat merespons insiden secara efektif.

Peningkatan kewaspadaan siber tersebut dilakukan setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan kekhawatirannya mengenai kesiapan keamanan nasional di tengah konflik geopolitik serta meningkatnya ketegangan regional dan internasional.

Anwar menilai Malaysia berpotensi menjadi target serangan siber karena memiliki infrastruktur digital dan pusat data yang kuat. Penilaian ini didasarkan pada laporan intelijen yang dikumpulkan pemerintah.

Dengan demikian, dugaan peretasan situs Bank Rakyat terjadi ketika pemerintah Malaysia tengah meningkatkan kesiagaan menghadapi ancaman siber. Namun, belum ada keterangan yang menghubungkan insiden Bank Rakyat Malaysia dengan peningkatan status ancaman siber tersebut.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...