Film Aquaman Meraup Rp 12,6 Triliun Secara Global

Tayangan ini mengantongi pendapatan US$ 887 juta (Rp 12,6 triliun) dari seluruh dunia per 5 Januari 2019.
Image title
9 Januari 2019, 19:00
Poster Film Aquaman
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Beberapa pengunjung Cinema XXI Jatinegara melintas di depan poster film Aqua Man, Matraman, Jakarta Timur (26/12).

Aquaman dilaporkan menjadi film DC Universe terlaris sepanjang masa. Tayangan ini mengantongi pendapatan US$ 887 juta atau setara Rp 12,6 triliun dari seluruh dunia per 5 Januari 2019.

Dengan demikian, Aquaman mengalahkan perolehan Batman vs Superman yang rilis pada 2016. Film ini dibintangi Jason Momoa, Amber Heard, Nicole Kidman, Dolph Lundgren dan Willem Dafoe. (Baca juga: Prospek Bisnis Film 2019: Saluran Distribusi Digital Kian Mewabah)

Namun demikian, Sutradara James Wan sempat marah karena film arahannya tidak masuk nominasi visual efek terbaik Academy Awards 2019. Nominasi untuk kategori ini diumumkan terpisah dengan yang lain.

Sebetulnya Aquaman masuk nominasi tetapi setelah mengerucut menjadi sepuluh besar, judul ini keluar dari daftar nominasi. Wan mengutarakan kekecewaan melalui akun media sosial sembari menandai Kelvin Mcllawain selaku supervisor visual effect Aquaman.

Advertisement

"Kelvin, kamu dan departemenmu adalah pahlawan tanpa tanda jasa dari film ini. Faktanya, rekan-rekan VFX-mu di Academy (Academy Awards) tidak mengakui kontribusi kita semua adalah hal yang memalukan," tulisnya.

Meskipun demikian, Warner Bros dikabarkan sedang mendiskusikan rencana membuat sekuel Aquaman. (Baca juga: Awal Tahun, Keluarga Cemara dan Dreadout Raup Porsi Layar Terbanyak)

Mengutip www.bioskoptoday.com per 9 Januari 2019 atau hari tayang ke-29, Aquaman menguasai 5 persen layar bioskop di Indonesia. Pada hari pemutaran kedua (13 Desember 2018), film ini sempat mengisi 63 persen layar lebar.
(Baca juga: Film Hits Hollywood dan Lokal Berebut Penonton pada Libur Akhir Tahun

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait