Kicak, Takjil Lawas dari Yogyakarta

Kicak yang dijual masyarakat semakin variatif, salah satunya dengan mencampurkan dodol atau pisang.
Image title
12 April 2021, 16:06
WAJAH BARU TUGU PAL PUTIH
ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/wsj.

Masyarakat di berbagai daerah di Tanah Air memiliki cara-cara tersendiri dalam menyambut datangnya Ramadan, salah satunya melalui kreasi kuliner untuk berbuka puasa alias takjil. Di sejumlah daerah, ada kalangan masyarakat yang rela antre panjang demi mendapatkan takjil khas, seperti kicak.

 

Kicak merupakan salah satu kudapan khas Yogyakarta. Kuliner ini banyak dijual di pasar tumpah pinggiran Kota Yogya ketika buka puasa hampir tiba. Bahan baku pembuatan kicak cukup mudah didapatkan, yaitu singkong, nangka, kelapa muda, jadah ketan, gula pasir, vanili dan pandan.

 

Setelah diolah maka singkong diparut lalu dicampur dengan beras ketan, daun pandan, serta potongan nangka. Harganya pun sangat-sangat murah sekali, mulai Rp. 1.000 saja per bungkus. Dan Pasar Tiban Kauman merupakan salah satu pasar yang menjual jajanan kicak. Di sini terdapat warung kicak Mbah Yono, yang merupakan salah satu warung kicak legendaris di Kota Pelajar.

 

 

Walaupun bungkus kicak cukup sederhana tetapi rasanya tak sesederhana bungkusnya. Manisnya Kicak ketika menyentuh lidah menjadi sensasi kelezatan tersendiri. Kuliner ini merupakan jajanan legendaris yang mulai terkenal sejak 1970-an. Kala itu tepat dengan momen dibukanya Pasar Ramadan Kauman. Lama kelamaan, makin banyak masyarakat Kauman yang berdagang kicak ketika ramadan datang.

 

Jauh sebelum kicak ramai dijual di Pasar Ramadan Kauman, sebenarnya sudah ada warga Kauman yang berjualan Kicak yaitu Mbah Wono. Di warungnya yang terbuat dari bilik anyaman bambu, Mba Wono berjualan sudah puluhan tahun. Ketika usianya menginjak 84 tahun pada 2014, Mbah Wono meninggal lantas usaha kuliner kicak dilanjutkan anak cucunya.

 

Peminat kicak Mbah Wono begitu banyak. Saking banyaknya, biasanya langsung habis begitu warungnya mulai berjualan, yakni sekitar pukul 14.00. Tidak ada satu jam berjualan, kicak sudah habis diserbu pelanggan.

 

Kesuksesan Mbah Wono dalam menjual kicak membuat banyak warga Kauman turut berjualan Kicak. Kicak yang dijual para warga pun lebih variatif. Salah satu variasi itu adalah adanya campuran dodol, ada pula yang dicampur pisang. Harganya pun bermacam-macam, sesuai variasi rasa yang diberikan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait