Bahan Baku Halal Permudah Sertifikasi Halal Produk Ekspor UMKM

Image title
10 Mei 2021, 13:46
RENCANA PEMBERIAN SERTIFIKASI HALAL GRATIS
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.

Peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk halal buatan usaha mikro dan kecil terbuka luas. Namun, pelaku usaha kerap terkendala sertifikasi produk yang disyaratkan negara tujuan ekspor.

Pelaku usaha mikro dan kecil dituntut memiliki beberapa sertifikat atas produknya, seperti sertifikat ISO 22000, sertifikat organik untuk bahan pangan (USDA Organic dan EU Organic) dan sertifikat hak merek, serta sertifikat halal.

 Sertifikasi halal atas produk ekspor akan sangat mudah bila sejak bahan baku produk ekspor juga sudah tersertifikasi halal. Dengan kata lain, ketersediaan bahan baku halal penting untuk memudahkan dan mempercepat pelaksanaan sertifikasi halal produk usaha mikro dan kecil yang berorientasi ekspor.

"Sertifikasi halal adalah isu penting dalam upaya membantu meningkatkan daya saing produk UMK yang berorientasi ekspor. Di sinilah, ketersediaan bahan baku halal mendesak," kata Plt. Kepala BPJPH Mastuki dalam lokakarya terkait sertifikasi halal atas produk ekspor Indonesia, Jumat (23/4/2021).

"Jika bahan baku yang digunakan berasal dari bahan yang telah dipastikan halal, maka ini akan sekian persen memudahkan proses berikutnya dalam proses produk halal yang dilakukan. Implikasinya, tentu ini akan mempercepat proses sertifikasi halal," imbuh Matsuki.

Demi terwujudnya ekosistem halal yang dapat memudahkan pelaku usaha mikro dan kecil, maka penyedian bahan baku halal menjadi tantangan yang harus segera diatasi.

Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kemendag Olvy Andrianita mengutarakan, di dalam konteks perdagangan maka sertifikasi halal sangat penting diadakan terutama dalam upaya meningkatkan daya saing produk ekspor nasional.

"Sertifikasi halal sangat penting dalam perdagangan khususnya peningkatan ekspor kita. Karena itu, kami ingin berkolaborasi dengan BPJPH untuk membantu UMK ekspor mendapatkan sertifikasi halal dan berdaya saing global," ujar Olvy.

Peningkatan daya saing usaha mikro dan kecil secara umum sebetulnya mencakup aspek kualitas desain, kemasan, merek, dan sertifikasi produk. Demi mewujudkannya maka dibutuhkan kolaborasi antarpihak terkait.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait