Super8, Penawaran Super JD.ID pada Bulan Kemerdekaan

Muhammad Taufik
Oleh Muhammad Taufik - Tim Riset dan Publikasi
5 Agustus 2022, 08:00
Program Super 8 JD.ID bertujuan memberikan penawaran menarik dan pelayanan maksimal saat berbelanja barang elektronik secara daring.
Katadata

Menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia, e-commerce JD.ID meluncurkan program Super8 Electronic Mega Sale (Super8) yang akan berlangsung mulai 8 Agustus 2022. Program ini mengusung promo spesial pada tiga tanggal cantik, yaitu 8, 18, dan 28, dimulai sejak bulan ini hingga beberapa bulan ke depan.

Inisiatif JD.ID dengan adanya progam Super8 bertujuan untuk memberi pelanggan penawaran menarik dan pelayanan maksimal saat berbelanja barang elektronik secara daring. Guna memberi pelanggan pengalaman belanja yang lebih baik, JD.ID juga menjamin bahwa barang memang orisinil dan pengiriman dilakukan cepat dan aman.

Advertisement

”Dengan semangat kemerdekaan, kami ingin memberi kepuasan pelanggan dengan penawaran menarik dan pelayanan maksimal melalui program Super8 yang kami suguhkan. JD.ID juga senantiasa konsisten menyediakan barang elektronik dengan kualitas terbaik #DijaminOri,” kata Sandy Permadi selaku Chief Financial Officer (CFO) JD.ID.

JD.ID menilai, belakangan ini kepercayaan terhadap belanja daring di segmen elektronik kian meningkat. Pertumbuhan belanja barang elektronik dengan harga menengah ke atas juga berjalan positif, terutama untuk produk televisi dan juga perabotan rumah tangga. Indikator ini menjadi salah satu landasan JD.ID meluncurkan program Super8.

Menurut Direktur Layanan Ritel GfK Market Intelligence Elvinda Liung, pertumbuhan belanja barang elektronik dipengaruhi oleh kebijakan pelonggaran pembatasan oleh pemerintah. Kebijakan ini menggulirkan aktivitas masyarakat seperti sebelum pandemi, dan mendorong peningkatan penjualan barang elektronik sebesar 17 persen. Meskipun persentase ini tidak sebesar pada 2021 yang menyentuh rekor 21 persen, tetapi cukup menunjukkan pertumbuhan positif.

”Hal ini cukup menunjukkan adanya pertumbuhan positif, di mana sebelum pandemi kontribusi channel online hanya menyumbang sekitar 13 persen,” ujar Elvinda.

Halaman:
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait

Advertisement