Lima Cara Gampang Menjaga Etika di Ruang Digital

Tak hanya koneksi luring, kita juga tetap perlu menjaga etika saat berinterasi di dalam ruang digital khususnya media sosial.
Image title
Oleh Alfons Yoshio - Tim Riset dan Publikasi
25 Mei 2022, 18:13

Ruang digital seperti media sosial merupakan tempat berbagi informasi yang sekilas tampak bebas, dan juga cepat. Namun, kebebasan menyebarkan informasi tersebut perlu diimbangi etika para penggunanya agar tidak mengganggu hak maupun kenyamanan pengguna lain.

Berdasar Modul Etis Bermedia Digital yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ada beberapa etika berinteraksi di ruang digital seperti media sosial yang perlu diperhatikan tiap individu.

Contohnya, menggunakan bahasa yang sopan dan menghindari penggunaan kata atau frasa yang multitafsir, menghindari penyebaran informasi yang mengandung unsur penghakiman atas SARA (Suku, Agama dan Ras) serta pornografi ataupun konten yang mengandung kekerasan.

Selain itu bijaksana juga dalam meneruskan informasi yang didapat, termasuk dalam memberikan ‘like’ atau ‘love’ dan komentar. Hindari juga memotong foto atau video yang dapat menimbulkan perbendaan presepsi. Jangan lupa juga untuk memberikan kreditasi terhadap informasi yang diperoleh, terutama yang dalam bentuk karya, sebagai upaya menghargai hasil kerja orang lain.

Terakhir minimalisir juga peneberan informasi pribadi seperti nomor telepon dan alamat rumah, terutama dengan orang yang baru dikenal di media sosial.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.