Gali Potensi Pemasaran Digital UMKM Lewat Kompetisi Digital

SAPA Untuk Indonesia memacu digitalisasi UMKM untuk mendukung realisasi potensi ekonomi digital Indonesia senilai Rp 1.800 triliun di 2025.
Image title
Oleh Doddy Rosadi - Tim Publikasi Katadata
11 Oktober 2021, 18:02
UMKM PEREMPUAN GO INTERNATIONAL
Katadata

Rangkaian kegiatan Semangat dan Aksi Perempuan Andalan (SAPA) Untuk Indonesia mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan untuk memajukan sektor UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian, utamanya terkait peranan perempuan di dalam sektor ini. SAPA Untuk Indonesia merupakan wujud komitmen nyata PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) kepada pengembangan UMKM dan pemulihan ekonomi nasional melalui program Sampoerna untuk Indonesia yang diselenggarakan bersama Katadata dengan dukungan Sirclo, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), dan Smesco.

Kepala Urusan Eksternal PT HM Sampoerna Tbk. Ishak Danuningrat menyatakan pengembangan UMKM adalah salah satu fokus Sampoerna untuk Indonesia dan khususnya sekarang guna menyikapi situasi pandemi. “Harapan kami, SAPA dapat menjadi platform untuk memberikan UMKM keterampilan praktis agar mereka bisa tetap produktif dan berdaya saing di tengah pukulan pandemi Covid-19,” kata Ishak.

Diawali dengan pelatihan pada 20, 24, dan 28 September lalu, SAPA untuk Indonesia mengadakan kompetisi digital bagi pelaku UMKM untuk unjuk kemampuan promosi serta menerapkan pembelajaran dari kegiatan pelatihan. Pada kompetisi tersebut, para pelaku UMKM diajak untuk membuat video promosi produk/jasa mereka dengan durasi satu menit. Kompetisi ini menguji kemampuan para peserta untuk menyampaikan informasi produk/jasa mereka secara kreatif dalam durasi yang singkat dengan di media sosial yang menjadi keterampilan penting bagi UMKM masa kini.

Kompetisi digital SAPA untuk Indonesia menerima 227 unggahan, dan dari total unggahan tersebut terdapat 59 video yang lolos kurasi dan melalui proses penjurian. Empat pemenang telah dipilih oleh dewan juri dari Sirclo dan Smesco berdasarkan kriteria product knowledge (pemahaman produk) yang mencakup deskripsi produk/jasa, harga, serta informasi akses ke barang atau layanan yang ditawarkan; dan kreativitas dari pelaku UMKM dalam mengemas informasi.

Juara satu kompetisi adalah Vera Damayanti, pemilik usaha Kopi Lelet Cangkir, UMKM asal Rembang Jawa Tengah yang telah berdiri sejak 1982. Dengan tagline “Nikmatnya Beda, Aromanya Berasa”. Dalam durasi satu menit, Vera mampu mengemas beragam informasi menarik dari proses produksi hingga varian produk yang ditawarkan sembari menunjukkan fasilitas produksi dan suasana toko.
UMKM @littlepalmerco milik Miranti menjadi juara kedua. Dengan gaya editing sederhana, Miranti memasarkan produk pakaian jadi untuk anak-anak buatannya, memamerkan ragam corak dan bentuk pakaian untuk anak yang menarik dengan imbuhan informasi yang ringkas dengan tambahan teks.

Sementara, juara ketiga adalah @mrart.paint milik Siti Masruroh yang menawarkan phyrografi, seni lukis yang unik. Tidak menggunakan tinta atau cat melainkan menggunakan teknik membakar pada medium kayu. Siti menunjukkan teknik uniknya dan menempatkannya sebagai alternatif hadiah unik dan berkesan.

Terakhir, ada Febri Yunarta, pengusaha kerajinan @creabush_indonesia sebagai juara keempat. Dalam video unggahan akun @creabrush_indonesia, Febri memamerkan kreasi tas yang memanfaatkan tenunan lidi dikombinasikan dengan kulit sebagai alternatif ramah lingkungan yang tetap berkesan eksklusif.

Keempat pemenang tadi mendapatkan hadiah utama berupa modal usaha dengan total nilai mencapai Rp 25.000.000 dan laptop. Selain itu, 10 video favorit mendapatkan saldo e-wallet dengan nilai total Rp 2.000.000. Lebih lagi, ada 100 peserta terpilih yang mendapatkan kelas mentoring dari Sirclo dan akan terhubung dengan platform dropshipper Siren.id milik Smesco Indonesia.

Pengumuman pemenang kompetisi digital menutup webinar SAPA Untuk Indonesia pada 5 dan 6 Oktober. Webinar dibuka pada hari Selasa (5/10) dengan sambutan oleh Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Elvira Lianita dan Menteri Koordinator Perekonomian Bapak Airlangga Hartarto.

Menteri Koperasi dan UKM Bapak Teten Masduki selaku pembicara utama mewakili Presiden Joko Widodo mengungkapkan, peran perempuan dalam UMKM di Indonesia sangat besar. Dari sekitar 65 juta unit UMKM yang ada di Indonesia, jika dilihat berdasarkan usahanya, 34% usaha menengah dijalankan perempuan. Kemudian 50,6% usaha kecil dan 52,9% usaha mikro juga dijalankan oleh perempuan.

Selain itu, Ia menyebutkan pentingnya transformasi digital untuk membangkitkan UMKM. Mengutip riset dari Temasek dan Google, Menkop UKM Teten menyebutkan besarnya potensi ekonomi digital Indonesia. “Ekonomi digital Indonesia di 2025 diproyeksikan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.826 triliun,” Teten menambahkan.

Webinar SAPA Untuk Indonesia menghadirkan regulator, pelaku usaha, dan juga pelaku UMKM untuk membahas tantangan dan kesempatan untuk memajukan UMKM dan peranan perempuan di Indonesia.

Potensi dari pemberdayaan UMKM, khususnya perempuan, dinilai dapat berperan besar dan dapat membawa multiplier effect kepada perekonomian. Digitalisasi menjadi salah satu solusi pemberdayaan untuk membangkitkan daya saing dan menyiasati kondisi pandemi, namun juga dibutuhkan kerja sama antar pihak untuk dapat merealisasikan potensi tersebut.

Turut hadir dalam diskusi SAPA Untuk Indonesia adalah Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019 Ibu Susi Pudjiastuti, Ketua Umum IWAPI Ibu Nita Yudi, Deputi IV Kemenko Perekonomian Bapak Rudy Salahuddin, Perwakilan dari Tokopedia dan Bukalapak, para pemilik UMKM binaan Sampoerna Entrepreneurship Training Center dan Sampoerna Retail Community, serta pembicara menarik lainnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019 Ibu Susi Pudjiastuti menilai memajukan peran perempuan di perekonomian memerlukan peran aktif para perempuan untuk saling menyemangati. Menurutnya, ada banyak tanggung jawab yang bergantung di pundak perempuan dari urusan keluarga, rumah tangga, hingga bisnis. "Kita yang sudah berdaya atau sudah punya kemampuan harus jangan malas memprovokasi perempuan lainnya untuk ikut berdaya," tuturnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait