Konglomerat India Bertambah Kaya selama Pandemi Corona

Mukesh Ambani, orang terkaya nomor satu di India dan di Asia ini mencatat kenaikan kekayaan US$ 37,3 miliar atau 73% selama pandemi corona.
Image title
Oleh Ekarina
9 Oktober 2020, 15:15
Orang Terkaya, Kekayaan, Mukesh Ambani, Reliance Industries, Forbes, pandemi corona, Covid-19.
Mukesh Ambani Official,Instagram
Mukesh Ambani dan konglomerat India mencatat peningkatan kekayaan selama pandemi corona.

India menempati urutan kedua dunia dengan jumlah kasus infeksi virus corona  sebanyak 6,9 juta jiwa per Jumat (9/10). Meski demikian, harta 100 orang terkaya di negara itu secara kolektif justru naik  14% menjadi US$ 517,5 miliar atau sekitar Rp 7.609 triliun selama krisis.

Mengutip Forbes, lebih dari separuh dari peningkatan itu berasal dari satu individu. Mukesh Ambani, orang terkaya nomor satu di India dan di Asia ini mencatat kenaikan kekayaan US$ 37,3 miliar atau 73% menjadi US$ 88,7 miliar atau sekitar Rp 1.304 triliun. 

Pemilik mayoritas saham konglomerasi Reliance Industries Ltd melonjak saat karantina wilayah atau lockdown di berbagai negara. Ambani juga mendapat lebih dari US$ 20 miliar dari bisis anak usahanya, Jio Platforms.

"Bisnis digital Reliance ini tengah berkembang dengan berbagai suntikan dana dari investor terkemuka seperti Facebook dan Google," tulis Forbes dalam laporannya dikutip Jumat (9/10).

Advertisement

Reliance Industry menyalip ExxonMobil Corp sebagai perusahaan energi terbesar kedua dunia di bawah Saudi Aramco. Nilai kapitalisasi pasar Reliance naik menjadiUS$ 189 miliar dari sebelumnya US$ 8 miliar, melansir Bloomberg. 

Di bawah Ambani, posisi orang tekaya kedua India ditempati raja infrastruktur Gautam Adani, dengan peningkatan kekayaan bersih 61% menjadi US$ 25,2 miliar atau Rp 367 triliun.

Perlambatan perjalanan akibat pandemi tak mempengaruhi bisnis perusahaan.  Adani yang bercita-cita menjadi raja bandara India, mengakuisisi 74% saham bandara Mumbai atau bandara tersibuk kedua di negara itu.

Membuntuti Adani, taipan teknologi Shiv Nadar naik tiga tigkat ke peringkat ke peringkat ketiga dengan total kekayaan US$ 20,4 miliar atau Rp 293 triliun. Pada Juli lalu dia menyerahkan jabatan ketua HCL Technologies kepada putrinya Roshni Nadar Malhotra, karena saham perusahaan teknologi terbesar ketiga di India melonjak.

Dengan krisis kesehatan global yang berkecamuk, membuat pengusaha farmasi Negeri Bollywood  bernasib baik. Kekayaan miliarder vaksin Cyrus Poonawalla, melesat 26% menjadi US$ 11,5 miliar atau Rp 169 triliun.

Pemilik Serum Institute of India, yang kini dipimpin oleh putranya ini pun ikut berlomba memproduksi vaksin Covid-19.

Di bidang yang sama, pengusaha Kiran Mazumdar-Shaw, pendiri Biocon juga mencatat kenaikan kekayaan hampir dua kali lipat menjadi US$ 4,6 miliar atau Rp 67 triliun. Perusahaan akan memulai uji coba fase 4 obat vaksin Covid-19. 

Forbes juga mencatat ada sembilan pendatang baru dalam daftar orang trekaya di India tahun ini. Mereka adalah Sanjeev Bikhchandani, salah satu pendiri Info Edge (India), situs pekerjaan dan properti populer. Lalu, dua bersaudara Nithin dan Nikhil Kamath, salah satu pendiri pialang saham diskon Zerodha Broking.

Berikutnya tiga produsen bahan kimia khusus, yakni Vinod Saraf, pendiri Vinati Organics, Arun Bharat Ram, kepala keluarga SRF, dan saudara Chandrakant dan Rajendra Gogri dari Aarti Industries.

Sementara itu, ada lebih dari sepertiga daftar orang terkaya India mengalami penurunan kekayaan, terutama mereka yang bergerak di bidang real estate. Pendiri Future Group Kishore Biyani mialnya, yang pada Agustus lalu menjual sebagian besar kerajaan retailmnya yang sarat hutang ke perusahaan Reliance Retail.

India menjadi negara dengan kasus corona tertinggi kedua dunia setelah Amerika Serikat (AS). Adapun dari total kasus, jumlah korban meninggal akibat virus ini mencapai 106 ribu jiwa dengan 5,9 juta jiwa lainnya berhasil sembuh.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait