Hari Terakhir COP27 Terancam Gagal Capai Kesepakatan Penting

Rezza Aji Pratama
18 November 2022, 16:26
COP27
Katadata

Hari terakhir COP27 di Sharm el Sheikh, Mesir dibayangi ancaman kegagalan memperoleh kesepakatan. Dari 33 agenda yang menjadi pembahasan, hanya sembilan dokumen yang sudah berhasil disepakati. 

Pada Jumat (18/9) pukul 09.00 pagi  waktu setempat, Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) mempublikasikan draf dokumen kesepakatan (Cover Text) hasil negosiasi selama dua pekan terakhir. Dokumen ini mengafirmasi kembali upaya menjaga suhu bumi di bawah 1,5 derajat celcius, sesuai Kesepakatan Paris. 

Dokumen 10 halaman itu tidak memuat banyak hal baru. Dokumen itu menyerukan untuk mempercepat transisi ke energi bersih, menghentikan PLTU batu bara, dan mendesak rencana iklim baru di 2023. Hal penting yang terkait dengan Indonesia adalah kebutuhan mendesak untuk mendorong pembiayaan iklim melalui skema REDD+.

Seperti diketahui, pekan lalu Pemerintah Indonesia baru saja mengamankan pembayaran awal senilai US$ 20,9 juta untuk proyek REDD+ di Kalimantan Timur. Proyek Bank Dunia akan menyediakan total pembayaran senilai US$ 110 juta yang akan dilunasi saat verifikasi selesai dilakukan.

Dokumen ini juga belum memuat soal kesepakatan ‘Loss and Damage’ yang jadi perdebatan panas di COP27. Salah satu negosiator negara berkembang yang ditemui Katadata bercerita, negara-negara maju masih belum mau berkomitmen menyediakan pendanaan untuk ‘Loss and Damage’.

Kendati demikian, kabar baik juga muncul pada Jumat pagi waktu setempat. Uni Eropa memasukkan proposal yang memuat potensi persetujuan untuk membentuk dana Loss and Damage. 

Vice Presiden Komisi Eropa Frans Timmerman mengatakan UE menyebut pihaknya telah mendengar aspirasi dari negara-negara G77 yang aktif mendorong pembentukan dana Loss and 

Damage. Namun menurutnya dibutuhkan waktu lama agar bisa menggalang dana tersebut. 

Halaman:
Reporter: Rezza Aji Pratama

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...