DAS Batang Toru termasuk yang paling parah terdampak banjir di Sumatera Utara. Lahan kritis atau lahan yang mengalami penurunan fungsi di DAS ini bahkan mencapai 35 .000 hektare.
Dalam struktur pendanaan TFFF, RI menempati posisi junior capital. Posisi ini menanggung risiko terbesar jika investasi merugi, tetapi juga berpotensi menerima imbal hasil paling tinggi jika berhasil.
Tropical Forests Forever Fund (TFFF) merupakan mekanisme pendanaan global baru berbasis pembiayaan campuran (blended financing) yang bertujuan melindungi hutan tropis dunia.
Geopark hadir sebagai konsep konservasi yang menggabungkan geologi unik, keanekaragaman hayati, dan budaya lokal dalam satu area yang dikelola secara berkelanjutan.
Verifikasi intensif dilakukan setelah KLH melihat ada pembukaan lahan untuk hutan tanaman industri, pertambangan, kebun sawit, hingga proyek pembangkit listrik energi terbarukan di DAS Batang Toru.
Kebutuhan dana sektor kehutanan dan lahan diperkirakan mencapai Rp25–35 triliun per tahun hingga 2030, sementara kapasitas dari APBN yang telah dipetakan baru sekitar Rp2,6 triliun.
Dana TFFF hanya akan diberikan kepada negara yang memiliki tutupan hutan hujan tropis signifikan dengan tingkat deforestasi rendah, di bawah 0,5% per tahun.
Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan proses pelibatan gajah dilakukan dengan penuh kehati-hatian, perencanaan yang matang, dan mengutamakan prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare).
Menurut ICEL, pemanfaatan dan alih fungsi hutan yang tidak mempertimbangkan daya dukung–daya tampung lingkungan telah memperburuk kerentanan ekosistem.
Menurut laporan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), pada 2024 semua wilayah gletser di seluruh dunia melaporkan kehilangan gletser akibat kenaikan suhu dan perubahan pola hujan dan salju.