Hary Tanoe Sebut Aliran Limbah ke Danau KEK Lido Berasal dari Proyek Tol Bocimi


Pemilik MNC Group sekaligus Direktur Utama PT MNC Land Lido, Hary Tanoesoedibjo, menyanggah jika proyek Kawasan Ekonomi Khusus Lido menyebabkan pendangkalan danau Lido. Pria yang akrab disapa Hary Tanoe tersebut bahkan mengatakan terdapat aliran limbah dari proyek tol Bogor-Ciawi- Sukabumi (Bocimi) ke Danau Lido yang pada akhirnya diselesaikan oleh perusahaannya dengan mengeluarkan investasi Rp 8 miliar.
Hary Tanoe mengatakan MNC mengambil alih proyek Lido dari Bakrie Group pada 2013. Saat itu, luasan danau Lido mencapai kurang dari 13 hektare. Dia mengatakan, luasan Danau Lido ternyata bertambah menjadi 13,6 hektare setelah perusahaannya menggarap KEK Lido.
“Jadi bertambah itu sekitar 6.000 hingga 7.000 meter,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa (18/2).
Limbah dari Tol Bocimi
Dalam kesempatan itu, Hary Tanoe mengatakan timnya menemukan adanya aliran limbah dari proyek tol Bocimi pada 2016-2017. Berdasarkan data yang dihimpun dari Google Earth, ada aliran limbah dari pembangunan ruas pertama tol Bocimi .
"Itu ada buktinya, apa yang saya sampaikan semua ini bisa dipertanggungjawabkan. Karena permasalahan ini bisa selesai jika adanya pembuktian," ujarnya.
Namun, dia mengatakan, aliran limbah tersebut melewati Kawasan Lido yang terletak tepat di pinggir danau. "Jadi di situ kalau hanya lihat sepotong, kesannya itu adalah limbah dari kawasan kita. Padahal asal-usulnya dari limbah pembangunan tol bocimi," ujarnya.
Hary Tanoe mengatakan perusahaannya langsung mengambil tindakan untuk mengatasi aliran limbah Tol Bocimi. Mereka melakukan pengerukan dan pembersihan Danau Lido karena khawatir terjadi pendangkalan dan pencemaran.
Tak hanya itu, perusahaannya bahkan mengeluarkan investasi Rp 8 miliar untuk membuat bangunan penahan lumpur. Dengan demikian pengerukan bisa dilakukan lebih cepat.
"Kami lakukan itu, padahal bukan kewajiban kami," ujarnya.
Luas Danau Lido Bertambah
Dia mengatakan, upaya tersebut mengakibatkan luas Daua Lido justru bertambah dari sebelumnya kurang dari 13 hektare menjadi 13,6 hektare. Dengan demikian, dia membantah jika ada pendangkalan yang menyebabkan luas danau menyempit.
"Semua yang saya katakan ini bisa dibuktikan. Buktinya ada di sini," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup menyegel dan menghentikan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Lido. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan Danau Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami pendangkalan hingga sekitar 10 hektar. Hal itu ia ungkapkan saat meninjau langsung kondisi Danau Lido yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, setelah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menerima aduan dari masyarakat.
"Seluas 10 hektare harus dikembalikan menjadi badan air, karena fungsi hidrologisnya demikian sangat pentingnya," kata Hanif.