Hary Tanoe Sebut Aliran Limbah ke Danau KEK Lido Berasal dari Proyek Tol Bocimi

Tia Dwitiani Komalasari
19 Februari 2025, 07:27
Sejumlah pengawas Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup memasang plang penyegelan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/2/2025). Kementerian Lingkungan Hidup menyegel dan menghentikan kegiatan pembangu
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/nym.
Sejumlah pengawas Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup memasang plang penyegelan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/2/2025). Kementerian Lingkungan Hidup menyegel dan menghentikan kegiatan pembangunan di KEK Lido, Bogor setelah menemukan sejumlah pelanggaran termasuk aktivitas pembangunan yang tidak sesuai dokumen lingkungan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemilik MNC Group sekaligus Direktur Utama PT MNC Land Lido, Hary Tanoesoedibjo, menyanggah jika proyek Kawasan Ekonomi Khusus Lido menyebabkan pendangkalan danau Lido. Pria yang akrab disapa Hary Tanoe tersebut bahkan mengatakan terdapat aliran limbah dari proyek tol Bogor-Ciawi- Sukabumi (Bocimi) ke Danau Lido yang pada akhirnya diselesaikan oleh perusahaannya dengan mengeluarkan investasi Rp 8 miliar.

Hary Tanoe mengatakan MNC mengambil alih proyek Lido dari Bakrie Group pada 2013. Saat itu, luasan danau Lido mencapai kurang dari 13 hektare. Dia mengatakan, luasan Danau Lido ternyata bertambah menjadi 13,6 hektare setelah perusahaannya menggarap KEK Lido.

“Jadi bertambah itu sekitar 6.000 hingga 7.000 meter,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa (18/2).

Limbah dari Tol Bocimi

Dalam kesempatan itu, Hary Tanoe mengatakan timnya menemukan adanya aliran limbah dari proyek tol Bocimi pada 2016-2017. Berdasarkan data yang dihimpun dari Google Earth, ada aliran limbah dari pembangunan ruas pertama tol Bocimi .

"Itu ada buktinya, apa yang saya sampaikan semua ini bisa dipertanggungjawabkan. Karena permasalahan ini bisa selesai jika adanya pembuktian," ujarnya.

Namun, dia mengatakan, aliran limbah tersebut melewati Kawasan Lido yang terletak tepat di pinggir danau. "Jadi di situ kalau hanya lihat sepotong, kesannya itu adalah limbah dari kawasan kita. Padahal asal-usulnya dari limbah pembangunan tol bocimi," ujarnya.

Hary Tanoe mengatakan perusahaannya langsung mengambil tindakan untuk mengatasi aliran limbah Tol Bocimi. Mereka  melakukan pengerukan dan pembersihan Danau Lido karena khawatir terjadi pendangkalan dan pencemaran. 

Tak hanya itu, perusahaannya bahkan mengeluarkan investasi Rp 8 miliar untuk membuat bangunan penahan lumpur. Dengan demikian pengerukan bisa dilakukan lebih cepat.

"Kami lakukan itu, padahal bukan kewajiban kami," ujarnya.

Luas Danau Lido Bertambah

Dia mengatakan, upaya tersebut mengakibatkan luas Daua Lido justru bertambah dari sebelumnya kurang dari 13 hektare menjadi 13,6 hektare. Dengan demikian, dia membantah jika ada pendangkalan yang menyebabkan luas danau menyempit.

"Semua yang saya katakan ini bisa dibuktikan. Buktinya ada di sini," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup menyegel dan menghentikan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Lido.  Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan Danau Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami pendangkalan hingga sekitar 10 hektar. Hal itu ia ungkapkan saat meninjau langsung kondisi Danau Lido yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, setelah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menerima aduan dari masyarakat. 

"Seluas 10 hektare harus dikembalikan menjadi badan air, karena fungsi hidrologisnya demikian sangat pentingnya," kata Hanif.






Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...