Kualitas Udara Tangerang Selatan Terburuk di Indonesia Pagi Ini
Tangerang Selatan, Banten menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada Jumat (16/5) pagi. Berdasarkan data yang dihimpun situs pemantau kualitas udara IQAir pukul 09:35 WIB Tangerang Selatan menempati peringkat pertama kota dengan kualitas udara terburuk dengan indeks AQI poin sebesar 161 atau berada pada kategori tidak sehat.
Sedangkan peringkat kedua dan ketiga ditempati oleh Tangerang Kota, Banten dan Bekasi, Jawa Barat dengan indeks AQI poin masing-masing 128 dan 122 atau berada pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.
Berikut lima kota dengan kualitas udara terbaik di Indonesia Jumat (16/5):
- Tangerang Selatan, Banten dengan AQI poin 161 atau berada pada kategori tidak sehat.
- Tangerang Kota, Banten dengan AQI poin 128 atau berada pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.
- Bekasi, Jawa Barat dengan AQI poin 122 atau berada pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.
- Jakarta dengan AQI poin 117 atau berada pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.
- Medan, Sumatera Utara dengan AQI poin 136 atau berada pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.
Sementara kualitas udara terburuk di dunia ditempati oleh Dhaka di Bangladesh dengan AQI poin 186 atau masuk kategori tidak sehat.
Sedangkan kota dengan kualitas udara terbaik di Indonesia ditempati oleh Badung, Bali dengan indeks AQI poin sebesar 47 atau berada dalam kategori baik. Sementara di tingkat global ditempati oleh Kyiv di Ukraina dengan AQI poin sebesar 12.
Indeks AQI menunjukkan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Kategori baik memiliki rentang PM 2,5 sebesar 0-50, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika.
Kategori sedang dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100, yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika .
Kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang PM 2,5 101-150, yakni kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif dan bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Kategori tidak sehat dengan rentang PM 2,5 di angka 151-200, yaitu kualitas udara di wilayah tersebut tidak sehat bagi manusia untuk beraktivitas di luar.
Kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
Kategori berbahaya dengan rentang PM 2,5 sebesar 300-500 atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.
