Indo Tambangraya Megah Serahkan Pusat Persemaian Mentawir ke Pemerintah
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) menyerahterimakan Pusat Persemaian Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur kepada pemerintah. Pusat persemaian seluas 32,5 hektare itu dirancang untuk memproduksi hingga 15 juta bibit tanaman endemik Kalimantan per tahun.
Seremoni serah terima Pusat Persemaian Mentawir berlangsung di Arboretum Ir. Lukito Daryadi, Kompleks Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, pada Selasa (24/6). Penandatanganan dokumen serah terima dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kemenhut Dyah Murtiningsih, Direktur Utama ITM Mulianto, dan Direktur ITM Ignatius Wurwanto.
Penandatanganan ini disaksikan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar Shiddiq. Acara tersebut juga dihadiri oleh jajaran direksi ITM, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Myrna Asnawati Safitri, serta perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Persemaian Mentawir merupakan lumbung bibit terbesar di Indonesia. Keberadaan persemaian ini diharapkan dapat menopang kegiatan rehabilitasi lahan kritis, pemulihan kawasan hutan, dan upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan kolaborasi dalam membangun dan mengembangkan Pusat Persemaian Mentawir merupakan tonggak penting keterlibatan dunia usaha dalam rehabilitasi hutan secara konkret dan terukur. Ia menyebut pembangunan dan pelestarian hutan dapat berjalan beriringan.
"Dalam konteks industri pertambangan, di sinilah Good Mining Practices harus terus kita tekankan, kita jalankan. ITM telah memberikan contoh sebagai perusahaan yang punya komitmen terhadap pelestarian hutan dan lingkungan yang baik," ujar Raja Juli, di Jakarta, Selasa (24/6).
Penopang Rehabilitasi Hutan
Direktur Jenderal PDASRH Dyah Murtiningsih mengatakan keberlanjutan fungsi persemaian ini pasca-serah terima sangat penting. "Dengan kapasitas produksi bibit yang sangat besar, Pusat Persemaian Mentawir diharapkan menjadi penopang rehabilitasi hutan dan lahan di berbagai wilayah. Kami berkomitmen untuk mengoptimalkan operasionalnya dalam program-program strategis kehutanan nasional di masa mendatang," ujar Dyah.
Pada kesempatan tersebut, Menhut Raja Juli juga menandatangani buku "Etnobotani dan Pascatambang", yang merupakan hasil kolaborasi ITM dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Buku ini merupakan bagian dari studi keanekaragaman hayati ITM di area konsesi anak usahanya. Studi ini berfokus pada jenis-jenis tumbuhan lokal dan pemanfaatannya oleh masyarakat di sekitar konsesi.
Direktur Utama ITM Mulianto menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pemerintah terhadap ITM sebagai mitra pembangunan Persemaian Mentawir. Pembangunan Pusat Persemaian Mentawir merupakan hasil kolaborasi antara ITM, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2022.
ITM mendapatkan mandat dari pemerintah untuk membangun fasilitas inti pada 2022. Presiden RI ketujuh Joko Widodo meresmikan Pusat Persemaian Mentawir ini pada 4 Juni 2024.
"Bagi kami, menyelesaikan Pusat Persemaian Mentawir bukan hanya soal memenuhi mandat. Ini menjadi bukti komitmen kami dalam melestarikan hutan dan menjaga lingkungan. Melalui proyek ini, kami ingin menegaskan posisi ITM sebagai perusahaan energi yang menjadikan keberlanjutan sebagai pilar inti," ujar Mulianto.
